Kisah Sultan Agung Ziarah Makam Sunan Bayat di Jabalkat

Kisah Sultan Agung Ziarah Makam Sunan Bayat di Jabalkat

Posted on

Kisah Sultan Agung Ziarah Makam Sunan Bayat di Jabalkat.

Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593 – 1645) adalah Raja Mataram Islam yang masyhur. Prinsip hidup dan perjuangannya sangat besar maknanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sultan Agung memerintah pada tahun 1613-1645. Sultan Agung dilahirkan dari ayah bernama Prabu Hanyokrowati bin Panembahan Senopati. Ayah dan kakeknya ini adalah Raja Mataram Islam pertama dan kedua. Sedangkan ibunya adalah Ratu Mas Adi Dyah Banowati, putri Pangeran Benawa Raja Pajang.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Sebagai Raja yang punya pengaruh luas di Pulau Jawa, Sultan Agung punya kharisma luar biasa bagi rakyatnya. suatu hari, Sultan Agung pernah berziarah ke makam Sunan Bayat di Jabalkat, Klaten (Bayat sekarang) pada 23 Mei 1633. Beberapa tahun setelah kegagalan dua kali penyerbuan ke Batavia.

Sunan Bayat atau Ki Ageng Pandanaran II – zaman Demak- adalah adipati Samarang yang lengser keprabon, madheg pandhita sebagai penyebar agama di Jawa bagian selatan (Wedhi, Bayat, Klaten dan sekitar). Wilayah ini kemudian menjadi pusat trah Kajoran.

Baca Juga >  Sejarah dan Makna Ratib Al-Haddad bagi Orang Betawi

Sepulang dari kunjungan tersebut, Sultan Mataram ini kemudian memerintahkan pemugaran makam dan masjid Sunan Tembayat yang terdiri dari ratusan tangga karena terletak di atas bukit Jabalkat.

Tidak tanggung-tanggung, konon sang sultan memerintahkan ribuan orang untuk membangun makam Sunan Bayat yang pengiriman bahan baku berupa batu dari Mataram (saat itu kratonnya di Karta) tidak diangkut oleh kuda melainkan dengan cara membuat barisan manusia duduk bersila dari Mataram ke Tembayat sepanjang lebih dari 40 kilometer.

Sultan Agung memugar makam Sunan Bayat (1633) setelah membangun Girilaya serta Imogiri (1632), dengan bentuk yang mirip yaitu konsep pasarean di atas bukit.

(Kisah ini bersumber dari de Graaf, H.J., dan Th.G.Th. Pigeaud. 1986. Kerajaan- Kerajaan Islam di Jawa: Kajian Sejarah Politik Abad ke-15 dan Ke-16. Jakarta: Grafiti pers.).

Demikian Kisah Sultan Agung Ziarah Makam Sunan Bayat di Jabalkat, semoga bermanfaat.

(Mukhlisin)