Kisah Pertama Kali Mbah Liem Bertemu Waliyullah Kajen Mbah Dullah

Kisah Pertama Kali Mbah Liem Bertemu Waliyullah Kajen Mbah Dullah

Kisah Pertama Kali Mbah Liem Bertemu Waliyullah Kajen Mbah Dullah- Selain Gus Dur, salah satu kiai yang sangat dekat dan memiliki kedudukan istimewa bagi Mbah Liem adalah Mbah Dullah Salam. Nama asli beliau Abdullah Zein bin Abdus Salam Kajen, paman dari KH. MA Sahal Mahfudh. Seorang kiai alim-allamah, hamilul Qur’an, mursyid thariqah, dan terkenal sebagai wali.

Dengan Gus Dur, Mbah Liem sudah bersahabat sejak sebelum tahun 80-an. Sedangkan perkenalan Mbah Liem dengan Mbah Dullah baru terjadi tahun 1984.

Ceritanya begini:

Pada tahun 1984, Mbah Liem datang ke muktamar NU di Situbondo, Jawa Timur. Salah satu muktamar yang memiliki kedudukan sangat penting dalam sejarah NU, karena dalam muktamar inilah diputuskan bahwa NU kembali ke khithah 1926 dengan menarik diri dari politik praktis, menetapkan Pancasila sebagai asas tunggal, serta terpilihnya duet KH Ahmad Shidiq dan Gus Dur sebagai nahkoda baru NU.

Muktamar yang legendaris ini dibuka dengan bacaan Al-Fatihah sebanyak 41 kali oleh seorang kiai yang berpenampilan tenang dan penuh kharisma. Kiai dengan perawakan gedhe dhuwur, tampan, dan berhidung mancung ini tidak lain adalah KH. Abdullah Zein Salam.

Sekali lagi saya ulangi, muktamar Situbondo 1984 yang sangat terkenal itu, yang membukanya adalah Mbah Dullah Salam Kajen dengan bacaan Fatihah sebanyak 41 kali. Padahal zaman itu banyak sekali kiai-kiai top NU yang masih hidup. Tentu ini menunjukkan tingginya maqam spiritual Mbah Dullah.

Melihat Mbah Dullah membuka perhelatan muktamar Situbondo, Mbah Liem kagum sekaligus penasaran. Maka dicarilah info seputar kiai ini. Setelah mencari info kesana kemari, maka baru diketahui bahwa nama kiai ini adalah KH. Abdullah Zein Salam, kakek dari Gus Mujibur Rachman Ma’mun dan Gus Tsaqib, dan tinggal di Kajen, Margoyoso, Pati.

Betapa gelo-nya Mbah Liem setelah mengetahui bahwa ternyata Mbah Dullah tinggal di Kajen, sebuah desa yang selama ini sebenarnya sering ia lewati. Ya, setidaknya sejak tahun 1980, Mbah Liem sudah sering pergi ke Tayu, untuk sowan KH. Muhammadun Pondowan, kakek dari Gus Ulil Abshar Abdalla. Beberapa putranya juga sering diajak sowan ke ndalem Mbah Muhammadun. Namun tentang hubungan antara Mbah Liem dan Mbah Madun Pondowan, sementara belum banyak yang kami ketahui.

Artinya, bertahun-tahun Mbah Liem melewati Kajen namun belum ngeh (sadar) kalau di situ tinggal seorang kiai alim, dan baru tahu setelah kejadian di muktamar Situbondo tahun 1984.

Semoga artikel Kisah Pertama Kali Mbah Liem Bertemu Waliyullah Kajen Mbah Dullah ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

kunjungi juga channel youtube kami di sini

Penulis: KH Ahmad Karsono Kasani, Pengajar di Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah.

Editor: Anas Muslim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *