Kisah Kiai Mufid Mas'ud Pandanaran Menghormati Ilmu

Kisah Kiai Mufid Mas’ud Pandanaran Menghormati Ilmu

Posted on

Kisah Kiai Mufid Mas’ud Pandanaran Menghormati Ilmu.

Oleh: Brama Aji Putra Humas Kementerian Agama DIY dan Pengurus LTN PWNU DIY

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Salah satu persoalan sederhana sekaligus pelik bagi kita sebagai sebuah bangsa adalah tata kelola sound system yang lumrah acakadut. Di suatu pengajian, misalnya, tak jarang sound bermasalah. Volume lirih terdengar, jika dinaikkan, yang terjadi justru mendengung. Kendala seperti ini juga tak luput menerpa berbagai instansi. Saat upacara dihelat di halaman kantor, cerita sound mendengung jamak terjadi. Sampai-sampai budayawan Emha Ainun Najib, dengan gaya khasnya, menilai jika sound bermasalah adalah cerita sangat normal di negara ini. Sebaliknya jika sound terasa nyaman dan pas, masih menurut Cak Nun, itu malah aneh: melanggar norma kewajaran bangsa kita.

Cerita sound bermasalah agaknya juga pernah dialami KH Mufid Mas’ud. Suatu malam, kiai yang juga keturunan ke-12 Sunan Pandanaran itu mengisi ceramah. Di tengah ceramah, sound bermasalah. Mic dijauhkan oleh Mbah Mufid, suara beliau tidak terdengar. Didekatkan, mendengung dan menimbulkan bunyi yang sama sekali tak nyaman. Hal itu terjadi beberapa menit dan akhirnya “Braaakkkk!” Mbah Mufid membanting mic! Panitia pucat pasi. Kiai Mufid dawuh, “Mic dinggo dangdutan wae apik, dinggo pengajian malah elek!” Beliau pun bergegas meninggalkan acara.

Baca Juga >  Berkah Rumah Tangga Harmonis Menurut Guru Sekumpul

Baca Juga: Isyaroh Mbah Hamid Pasuruan Tentang Kiai Mufid Mas’ud

Apa yang dilakukan Mbah Mufid bukanlah bentuk arogansi atau kesombongan. Tapi beliau mengajarkan kepada kita untuk menghargai dan menghormati ilmu. Tentu kita ingat kisah mashur saat Imam Malik diundang Khalifah Harun ar-Rasyid untuk membacakan beberapa hadits Nabi Saw. Imam Malik dengan lantang meminta agar pelajaran berlangsung di rumahnya, bukan di rumah ataupun istana khalifah. Mengapa? “Ilmu itu harus didatangi, bukan malah mendatangi,” tegas Imam Malik. Itulah cara Imam Malik menghormati ilmu. Begitu pula dengan kisah Mbah Mufid saat membanting mic.

________

Semoga artikel Kisah Kiai Mufid Mas’ud Pandanaran Menghormati Ilmu ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

simak video terkait di sini