Isyarat Mbah Hamid Pasuruan Tentang Kiai Mufid Mas’ud

Isyarat Mbah Hamid Pasuruan Tentang Kiai Mufid Mas'ud

Isyarat Mbah Hamid Pasuruan Tentang Kiai Mufid Mas’ud.

KH. Mufid Mas’ud adalah pendiri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta. Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, Kiai Mufid merupakan keturunan ke-12 dari Sunan Pandanaran, seorang Wali Allah yang menyebarkan Islam di daerah Tembayat, Klaten atas perintah Sunan Kalijaga.

Bacaan Lainnya

Kiai Mufid merupakan kiai yang gemar melakukan silaturrahim atau sowan ke berbagai kiai sepuh. Suatu ketika, ia sowan ke KH. Hamid Pasuruan untuk yang kesekian kalinya, dimana saat itu juga ada seorang laki-laki bersama putranya sedang sowan.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Hamid berbicara kepada anak kecil tersebut: “Besok yen kowe wes gedhe, mondok neng nggone pak Kiai iki (sambil menunjuk Kiai Mufid). Pondoke bapak kiai iki nggone wong ngapalke Qur’an. Rezekine gembrojok seko kiwo, seko tengen, seko ngarep, lan seko mburi.” (besok kalau kamu besar, nyantri di tempat pak kiai ini [sambil menujuk Kiai Mufid] Pondoknya Bapak Kiai ini tempat menghafalkan Qur’an. Rezekinya mengalir dari kiri, kanan, depan dan belakang-red). Padahal saat itu Kiai Mufid masih belum punya pesantren dan materi yang dimilikinya sangat minimalis.

Di lain waktu, Kiai Mufid sowan lagi untuk memantapkan kepindahannya dari Krapyak, Yogyakarta. Kiai Hamid pun memberi isyaroh untuk hijrah ke Yogyakarta bagian utara. Saat itu, Kiai Mufid belum cerita apapun mengenai adanya tawaran menempati tanah wakaf di Yogyakrata bagian utara yang menjadi cikal bakal Pesantren Sunan Pandanaran kini.

Selanjutnya, Kiai Hamid memintanya masuk ke dalam kamar dan menyuruh Kiai Mufid untuk makan pisang—jenis—raja sambil berkata, “iki gedhange wis mateng-mateng, ora rekoso kari mangan”. (ini pisangnya sudah matang, tidak susah, tinggal makan-red) Dari kejadian tersebut Kiai Mufid menangkap bahwa, sudah saatnya tanah yang diwakafkan kepada beliau itu ditempati.

Lain waktu, Kiai Mufid sowan lagi, dan kali ini beliau diberi dua buah sarung oleh Kiai Hamid. Pesan Kiai Hamid, satu untuk Kiai Mufid dan satu lagi untuk Kiai Ali Maksum. Setelah itu Kiai Hamid membaca doa dengan suara yang sangat pelan.

“Itulah isyaroh Kiai Hamid kepada saya. Sehingga tahun 1976, saya melaksanakan hijrah ke Yogyakarta bagian uatar dengan modal tawakal ‘alallah mendirikan pondok pesantren bagi orang-orang yang ingin menghafal al-Qur’an, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran”, demikian Kiai Mufid menceritakan, sebagaimana yang dilansir dalam Majalah Suara Pandanaran.  (Anwar/Siddiq)

_______________

Semoga artikel Isyarat Mbah Hamid Pasuruan Tentang Kiai Mufid Mas’ud ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

simak video terkait di sini

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *