Jokowi dan Santri Ma’had Aly Situbondo. 2001, 17 Tahun yang lalu, Pengusaha mebel itu belajar mengaji al Qur’an, bersama putranya Kaesang, dan juga santri yang lain kepada salah seorang ustadz di kotanya.
Ia bersama putranya belajar al -Qur’an dengan metode Iqra’ yang sangat terkenal. Menurut penuturan sang Ustadz, ia belajar al Qur’an kurang lebih 8 bulan lamanya, sebelum sang Ustadz akhirnya pindah ke Sukoharjo karena ia diterima sebagai PNS.
Sang Ustadz tidak menduga kalau kemudian muridnya itu akan menjadi Wali kota dan akhirnya menjadi orang nomer satu di Indonesia, Presiden.

Saya baru mengetahui juga, kalau Sang Ustadz itu adalah Santri Ma’had Aly Situbondo. Sang Ustadz itu adalah Santri Ma’had Aly angkatan ketiga yang sangat tawadhu’ dan punya kelebihan ahli Silat. Mudzakkir nama santri itu.
Dengan demikian, Joko Widodo adalah murid Ustadz Mudzakir, dan ustadz Mudzakkir adalah murid Ma’had Aly Situbondo, bagian dari pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyyah. Maka kalau mengikuti tradisi ulama salaf shalih, Joko Widodo adalah murid dari Ma’had Aly Situbondo, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah, melalui wasilah salah seorang santrinya.
Tapi tidak bisa dikatakan Jokowi adalah Murid Saya, karena Ust Mudzakkir adalah murid saya.. hehe
(Penulis: Kiai Imam Nakhai, Situbondo)








