neraka

Kisah 2 Penghuni Neraka yang Dimasukkan Surga

Posted on

Kisah menarik ini dikutip dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam al-Ghazali pada pembahasan al-Khauf wa al-Raja’, juz 4, 145-146. Kisah ini memberikan motivasi kepada umat Islam untuk selalu optimis akan masuk surga dan berpikir positif tentang besarnya rahmat Allah SWT. Selain itu kisah ini juga bisa membuat orang tidak mudah menghakimi orang apalagi mendo’akan orang masuk neraka.

Dikisahkan ada dua orang hamba Allah yang sudah lama tinggal di neraka. Di neraka, orang tersebut selalu berdzikir dengan membaca “Ya Hannãn Ya Mannãn”. Karena terus berdzikir, akhirnya Allah menyuruh Malaikat memanggil dua orang tersebut.

“Berdzikir di neraka merupakan sesuatu yang mungkin terjadi, sebab jika teriak kesakitan saja, terkadang kita masih juga bisa berdzikir.”

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Singkat cerita, dua orang ini dibawa ke hadapan Allah dengan keadaan masih dikerangkeng. Lalu Allah bertanya, “Bagaimana neraka menurutmu?”

“Ya Allah. Sungguh neraka adalah tempat yang sangat buruk. Tidak ada tempat yang lebih buruk dari neraka,” jawab salah satu.

“Ya sudah sana kembali ke neraka!.” perintah Allah pada orang tersebut.

Sikap orang ini aneh sehingga Allah memanggilnya lagi, “Kok kamu semangat sekali kembali ke neraka?”

“Saya sudah kapok, Gusti. Saya menyesal dulu saat di dunia saya lamban dalam melaksanakan perintah-Mu. Gara-gara itu saya masuk neraka. Saya tidak mau terulang yang kedua kalinya. Mumpung sekarang ada perintah dariMu, saya ndak mau melewatkan kesempatan melaksanakan perintahMu ini. Jadi saya harus bersemangat.” jawab orang itu.

Baca Juga >  Ngaji Gus Muwafiq: Apa Rahasia Makkah dalam Sejarah Hidup Nabi?

Karena demi melaksanakan perintah Allah menuju ke neraka. Padahal sangat menyakitkan baginya, Allah pun memberikan rahmat kepadanya.

“Kalau begitu, sana masuk surga.” kata Allah . Akhirnya ia dimasukkan ke surga oleh Allah.

Allah kemudian menanyai satu orang yang lain, “Bagaimana neraka menurutmu?”

“Sungguh buruk sekali, Gusti.”

“Ya sudah, sana kembali lagi ke neraka!” Perintah Allah.

Tak seperti orang pertama, orang ini sangat lamban dan lelet disuruh ke neraka. Langkahnya tidak semangat. Allah kemudian menanyainya, “Kenapa kamu lamban sekali?”

“Saya tidak pernah menyangka kalau bakal disuruh kembali ke neraka. Saya sudah husnudhdhan tadi Panjenengan panggil saya ke sini untuk dimasukkan ke surga. Ndilalah perkiraan saya salah. Dan saya dimasukkan ke neraka lagi,” jawabnya.

Dengan jawaban itu ternyata Allah memasukkan orang ini masuk surga. “Kamu husnudhdhan pada-Ku. Tapi aku masih memasukkanmu ke neraka. Kalau begitu, sana masuk surga.” Akhirnya orang ini pun masuk surga.

Sahabat…

Kisah ini seharusnya membuat kita untuk tidak berpikir yang buruk tentang Allah. Apa yang kita pikirkan seringkali berbeda dengan apa yang diputuskan Allah. Bahkan untuk urusan surga dan neraka. Manusia sama sekali tidak bisa menerka-nerka kehendak Allah. Lalu mengapa kita terkadang merasa diri benar sembari menyalahkan bahkan menuding orang lain akan masuk neraka? Allah punya banyak alasan memasukkan orang masuk neraka dan masuk surga.

Semoga bermanfaat…

Penulis: Mujahid.