ning tutik kajen

Engkau Wanita Biasa, Belajarlah Agar Menjadi Istimewa

Posted on

Berharap para perempuan, terutama adek adek, anak-anakku serta anak anak didikku menyadari pentingnya belajar. Terutama bagi kita, yang nantinya akan menjadi istri, menjadi ibu dan menjadi menantu.

Tak perlu terburu-buru mengejar jodoh di usia belajar. Menikah terlalu muda, disamping menyalahi aturan hukum negara, juga pasti berat untuk anak-anak keturunan kita nantinya. Karena dunia yang semakin “edan” maka setiap ibu butuh bekal lebih banyak sebelum memasuki gerbang pernikahan.

Jangan coba-coba bandingkan diri kita dengan Sayyidah Aisyah yang menikah di usia 9 tahun. Karena kita adalah wanita biasa yang tak memiliki keistimewaan apa-apa. Sehingga untuk menjadi ibu yang baik untuk anak anak kita nantinya, kita perlu belajar dan berpengetahuan.

Coba tanyakan pada dirimu sendiri, sudah cukupkah bekalku untuk membimbing anak anakku nanti dalam membaca al Quran, memahami fiqh keseharian dan membimbing mereka untuk menjadi manusia yang berguna untuk sesama dan diridloiNYA.

Selalu sedih jika melihat para perempuan muda yang seperti tak memiliki gairah belajar. Berada di tengah lautan ilmu tapi tak menginginkan menyerap lezatnya ilmu pengetahuan. Lihatlah para santri yang menempuh perjalanan berkilo kilo meter demi untuk mencecap kenikmatan ilmu dari tetesan pengetahuan para guru. Lihatlah berbondong manusia berharap memiliki kesempatan untuk berguru kepada paklek, bulek, pakde, bude, simbah, simbah buyutmu, dll. Tidakkah gairah belajar mereka menggerakkan hatimu untuk sekedar belajar dan berhasrat untuk menjadi pintar??

Baca Juga >  Ini Poin-Poin Hasil Halaqoh Ulama Perempuan se-Jawa!

Kita ini bukanlah Sayyida Aisyah yang istimewa dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Karena kita wanita biasa, kita perlu bersungguh-sungguh dalam belajar dan berguru. Kita perlu memahami pentingnya nyantri kepada kiai. Sekali lagi jangan bandingkan usia Sayyidah Aisyah saat menikah dengan menjadikan rujukan usia nikah.

Engkau wanita biasa, belajarlah agar menjadi istimewa. NGAJI BEN AJI.

Cc. Para perempuan di hatiku: semoga Alloh menggerakkan hatimu untuk menyadari hakekat penciptaanmu di dunia. Yakni untuk menjadi madrasah bagi anak anakmu dan masyarakatmu. Sing jenenge madrasah iku yo.. kudu iso ngaji. Ora cukup cuma ayu…

Penulis: Ibu Nyai Tutik N. Jannah, IPMAFA Kajen Pati.