kiai sahal telpon istana

Kiai Sahal Mahfudh Punya Ilmu Laduni, Dari Mana?

Posted on

Kehebatan KH MA Sahal Mahfudh sudah tidak diragukan. Sejak di Perguruan Islam Mathali’ul Falah Kajen, Bendo Kediri, dan Sarang Rembang, kehebatan Kiai Sahal sudah kelihatan. Karya yang berkualitas tinggi dalam bentuk bahasa Arab dan Indonesia menjadi bukti otentik kehebatan Kiai Sahal.

Namun, pernah ada santri yang berani bertanya langsung kepada Kiai Sahal tentang rahasia mendapatkan ilmu Laduni. Kontan saja, santri tersebut didukani (diberi peringatan keras).

Kiai Sahal menyatakan, beliau menguasai banyak ilmu berkat usaha sungguh-sungguh, belajar mempeng, tidak tiba-tiba menjadi pinter tanpa proses.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Jadi jika santri ingin menguasai banyak ilmu, maka ia harus belajar sungguh-sungguh, mencurahkan segala kemampuan untuk memperoleh banyak ilmu yang bermanfaat.

Menurut kisah orang dekat, Kiai Sahal mempunyai waktu khusus untuk membaca. Bahkan setiap ada waktu luang digunakan Kiai Sahal untuk membaca, membaca, dan membaca.

Menurut Kisah Kiai Muadz Thohir, Kiai Sahal selalu meng-update bacaan. Buku-buku baru dibaca secara intensif supaya mampu mengikuti perkembangan diskursus keilmuan yang sedang booming. Tidak hanya kitab kuning, buku-buku putih dibaca Kiai Sahal dengan tekun dan teliti.

Salah satu bukti kesungguhan Kiai Sahal dalam belajar dan merupakan sikap tawadlu’ Kiai Sahal adalah mempelajari kitab yang akan dibaca kepada santri. Ada jeda waktu untuk muthalaah (menelaah) sehingga ada persiapan maksimal untuk menjelaskan kepada para santri dengan gamblang. Hal ini bukan dalam pengertian Kiai Sahal belum memahami isi kitab yang akan dibaca, tapi sebagai bentuk persiapan dan menghindari diri dari sifat sombong yang menjadi musuh ilmu.

Baca Juga >  Belajar Kitab dan Ilmu Laku dari KH. Zainal Abidin Munawwir Krapyak

Bahkan, saat beliau di puncak karir sebagai Rais Aam Syuriyah PBNU dan Ketua Umum MUI Pusat, beliau ketika menyampaikan pidato membawa teks tertulis yang berisi konsep matang, sehingga jauh dari tathwilul kalam (memperpanjang ucapan).

Beliau tidak merasa rendah diri dengan membawa teks tertulis. Justru sebagai pelajaran berharga bagi tokoh untuk tidak panjang-panjang dalam pidato tanpa konsep yang sistematis sehingga terhindar dari lahwi (kesia-siaan).

Pola hidup yang sungguh-sungguh dalam belajar dan terus membaca dan menulis secara disiplin menjadikan Kiai Sahal sosok kiai yang dianugerahi Allah wawasan yang luas, cakrawala pemikiran yang jauh ke depan, dan gagasan-gagasan brilian yang menjadi solusi persoalan fiqh dan sosial.

Fiqh Sosial adalah Salah satu terobosan pemikiran Kiai Sahal untuk mendobrak stagnasi pemikiran fiqh Pesantren dan mendorong insan pesantren terlibat dalam pergumulan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dus, kehebatan Kiai Sahal diperoleh lewat proses ijtihad, yakni mencurahkan segala kemampuan untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan. Kehebatan Kiai Sahal tidak diperoleh dengan bermalas-malasan, berleha-leha, jagong yang tidak bermanfaat, dan aktivitas lain yang tidak bermanfaat.

Semoga para santri bisa meneladani semangat belajar Kiai Sahal dan tidak terbuai-tertipu dengan ilmu laduni yang diperoleh tanpa belajar sungguh-sungguh. Amin.

IPMAFA, Kamis 11 Juli 2019

Penulis: Jamal Ma’mur Asmani, Kajen Pati.