Kiai Sahal: Kisah Haji dan Pertemuannya dengan Syekh Yasin Al-Fadani

kisah Istimewa tentang Tingginya Ketawadluan Kiai Sahal Mahfudh

Oleh Dr H Jamal Ma’mur Asmani, santri Kiai Sahal dan sekarang jadi dosen IPMAFA Pati.

KH MA Sahal Mahfudh belajar kepada Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani adalah ketika beliau tindak haji. Zaman dulu tindak haji naik kapal membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Saat itulah Kiai Sahal belajar langsung kepada Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani.

Begitu hirsh (rasa ingin tahu yang besar) KH MA Sahal dalam thalabul Ilmi. Dimanàpun beliau istifadah ilmu. Waktu digunakan sebaik-baiknya dalam thalabul Ilmi.

Hebatnya, kemampuan Kiai Sahal belajar kepada Syaikh Yasin ketika masih di Pondok Sarang. Beliau murasalah (korespondensi-kirim surat) kepada Syaikh Yasin jika menemukan dalam karyanya sesuatu yang janggal (musykil).

Subhanallah. Tradisi berpikir kritis sudah dibangun Kiai Sahal ketika masih di p;esantren. Bahtsul Masail, membaca koran, ta’lif (menulis), dan murasalah kepada ulama-ulama besar.

Istimewa

Setelah sampai pemondokan, Kiai Sahal dijemput langsung Syaikh Yasin, diajak ke rumahnya, dan langsung diberi ijazah hadis oleh Syaikh Yasin. Begitu ulama, tanpa menunggu waktu lama langsung proses pembelajaran dimulai.

Kiai Sahal juga diminta Syaikh Yasin untuk menemui para tamu, menerima pertanyaan para tamu dan menjawabnya. Syaikh Yasin sudah tahu dalam diri Kiai Sahal ada potensi besar sebagai seorang alim allamah yang harus diasah secara maksimal supaya potensi itu lahir dan berkembang.

Prediksi Syaikh Yasin benar. KH MA Sahal Mahfudh menjelma menjadi ulama besar dengan sederet prestasi, yaitu segudang karya intelektual dan sosial yang sulit ditandingi pada zamannya.

Dalam konteks hadis, Kiai Sahal punya karya dalam bidang sanad sebagai spesifikasi ilmu hadis. Karya tersebut adalah:

المسلسلة المهمة

Banyak karya santri Mathole’ / PIM yang mengkaji hadis dalam karya-karya Kiai Sahal. Salah satunya adalah kitab البيان الملمع عن ألفاظ اللمع (karya Kiai Sahal sebagai Syarah / penjelasan kitab Ushul Fiqh Al Luma’ karya Imam Syairazi, pengarang kitab Muhadzdzab dan At-Tanbih).

Salah satu santri PIM yang meneruskan di Pondok Darus Sunnah Ciputat Tangerang meneliti hadis-hadis dalam kitab tersebut dan sudah menjadi satu karya yang diterbitkan.

Spirit thalabul ilmi Kiai Sahal semoga selalu menyala di dada para santri-santrinya sehingga lahir santri-santri yang haus ilmu dan selalu mencari ilmu di manapun dan kapanpun.

Perkembangan zaman yang dinamis membutuhkan sosok-sosok baru Kiai Sahal yang berpikir kritis-transformatif yang selalu menghadirkan solusi-solusi praktis bagi kehidupan masyarakat.

الي روح شيخنا محمد احمد سهل محفوظ وأصوله واساتيذه خصوصا الشيخ ياسن بن عيسي الفاداني الفاتحة

امين يا رب العالمين

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *