Kiai Hamid Pasuruan dan Kiai Usman Surabaya: “Nanti Bersama di Mahsyar, Kiai..”

Posted on

Hubungan dua kiai agung ini pernah diceritakan sendiri oleh KH. M. Utsman al-Ishaqi, tepatnya setelah Haul Habib Syaikh Bafaqih Botoputih Surabaya. “Saya keluar ke teras cungkup didampingi oleh Kiai Abdul Hamid Pasuruan duduk di tangga cungkup,” tutur Mbah Utsman.

Kemudian Kiai Abdul Hamid bercerita, “Tadi sebelum ke sini saya tidur di rumah salah seorang teman di Surabaya. Ketika saya bangun, di hadapan saya terlihat foto ‘Hadhratus Syaikh Muhammad Utsman’. Oleh karena saya tahu bahwa yang meletakkannya adalah Agus Mas’ud Kedung Cangkring Sidoarjo, maka kutanyakan padanya tentang maksudnya. Jawaban Agus Mas’ud hanya Wallahu A’lam.”

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Mendengar cerita itu Kiai Utsman hanya terdiam, karena menyangkut masalah maqam (martabat). Namun tiba-tiba Kiai Hamid menjawab sendiri, “Untuk kepentingan hubungan di Mahsyar nanti.”

Itulah sebabnya dalam suatu walimah Kiai Hamid mengharap kepada Kiai Utsman agar ada hubungan yang dekat antara keduanya di Mahsyar nanti. Dan Kiai Utsman menanggapinya dengan jawaban, “Kiai nanti bersama kami di sisi Allah Yang Maha Kuasa.”

Beberapa saat kemudian ada orang meminta barokah doa kepada Kiai Hamid, sedangkan di sisi beliau adalah Kiai Utsman. Akhirnya Kiai Hamid memegang lutut Kiai Utsman dengan tangan kirinya dan tangan kanannya untuk mendoakan orang tadi.

Baca Juga >  Apa yang Menyebabkan Rais Aam PBNU Bergelar Profesor?

Kiai Asfihani bin Kiai Abdullah Faqih Suci Gresik adalah santri Kiai Hamid. Beliau pernah berceritakan, “Suatu ketika kami duduk bersama-sama Kiai Hamid di ruang tamu. Tiba-tiba Kiai Hamid berkata, ‘Di Pasuruan ini hanya ada kayu gaharu, alangkah nikmatnya kalau ada pohonnya Asfahani!’

Tiba-tiba Kiai Utsman datang bertamu dan spontan Kiai Hamid merangkulnya seraya mengatakan, “Apa ini pohon gaharunya!?”

Haul Mbah Hamid Pasuruan sedang berlangsung hari ini. Adapun Haul Mbah Utsman al-Ishaqi akan diselenggarakan tanggal 4 januari 2017 M. di Pondok Pesantren Darul Ubudiyah Raudlatul Muta’allimin Jl. Jatipurwo VII/15 Kel. Ujung Kec. Semampir Surabaya Utara. Lahuma al-Fatihah…

(Ket. Foto: Habib Abdullah Bilfaqih Malang bersama Mbah Utsman al-Ishaqi Surabaya, Mbah Hamid Pasuruan, dll.)

Penulis: Sya’roni As-Samfuriy.