Bangkitmedia.com, KULONPROGO – Mengambil langkah nyata dalam menyikapi kasus-kasus kesehatan mental di Kabupaten Kulonprogo, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kulonprogo (PC Fatayat NU KP) menggelar talkshow di Gedung DPRD Kulonprogo, Ahad (7/12/2025).
Turut hadir Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama Kulonprogo (PCNU KP) KH Lukman Arifin Fathul Huda SAg. Acara tersebut dihadiri 100 kader Fatayat dari 13 kapanewon menghadirkan narasumber profesional hingga penyintas.
Dalam sambutannya, KH Lukman Arifin menyampaikan apresiasi terhadap PC Fatayat NU Kulonprogo. “Acara kali ini menjadi elaborasi lebih jauh berdasarkan kasus-kasus yang nyata terjadi di masyarakat. Sehinggq kegelisahan yang dilontarkan akan mendapatkan jawaban. Inilah saatnya seluruh elemen di Kulonprogo berkolaborasi dan fokus dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” tutur Lukman.
Lebih jauh KH Lukman menyebut gerak Fatayat harus memberikan bukti nyata. “Khoirunnas anfauhum Linnas, maka berikanlah program riil, dengan solusi-solusi yang komprehensif tentunya,” sambung Lukman.
Sementara itu ketua panitia Nurjannah menggaungkan bahwa talkshow tersebut memiliki makna simbolis secara luas. “Ruangan ini adalah simbol bahwa kami Fatayat NU Kulonprogo menyerukan agar suara perempuan muda NU harus didengarkan dan diperhatikan, dipertimbangkan dalam setiap rumusan kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Lebih jauh pihaknya mengetuk hati para pemangku kebijakan. Bahwasanya kesehatan mental bukan sekadar isu, tapi lebih dari itu menjadi pondasi yang kuat.
“Kami yakin, dengan diberikan kesempatan itu, PC Fatayat NU KP bermodal hati, ilmu, dan jejaring yang luas, akan sangat strategis bersinergi dengan pemerintah,” paparnya.
Selama ini, pihak Fatayat melakukan kajian mengenai kurangnya kebijakan yang berpihak pada akar masalah. “Yang dibutuhkan adalah adanya edukasi, penguatan kader, dan tentu penanganan kasus. Terlebih dengan fenomena meningkatnya kasus ODGJ, depresi, hingga bundir di Kulonprogo yang bahkan melibatkan remaja,” tukasnya. (siw)








