Ketika Kiai Jawa Sowan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Makkah

Ketika Kiai Jawa Sowan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Makkah

Ketika Kiai Jawa Sowan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Makkah- Ketika itu, seorang kyai Jawa Tengah sowan kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Makkah. Nama kyai itu adalah Simbah KH Muhammadun dari desa Pondowan Pati Jateng.

Mbah Madun, biasa beliau disebut begitu, adalah seorang yang alim. Mempunyai banyak ta’lifan (karya) termasuk Syarah Alfiyyah Ibnu Malik. Memang beliau sangat mumpuni di bidang fan alat serta turunannya termasuk balaghah serta mantiq. Beliau nyaris hafal nadham-nadham di ilmu-ilmu bahasa ini beserta syawahidnya.

Namun sedemikian alimnya beliau tidak bisa berbahasa Arab percakapan. Sehingga saat haji dan berjumpa dengan Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, Mbah Madun sebagai orang Jawa tulen pun matur sebagaimana kebiasaan orang Jawa sowan di hadapan gurunya:

“Ana ahdluru amamaka.”

Kalau di-Jawa-kan artinya:  “Kulo sowan wonten ngarso Panjenengan” (Saya datang ke hadapan Tuan).

Sebuah kata pembuka percakapan yang lazim diucapkam oleh orang Jawa.

Tetapi jadi aneh dihadapkan dengan struktur percakapan orang-orang berbahasa Arab. Saking anehnya kefushahan Mbah Madun itulah Abuya al-Maliki sampai tertawa-tawa dan bercanda meledek beliau:

“Ya Kyai, Enta Sibawaih Jawa. Wa ana ahdluru amamaka?” (Anda itu Imam Sibawaihnya Tanah Jawa, tetapi mau ngomong saja ‘Ana ahdluru amamaka’?).

KH. Muhammadun adalah Pengasuh Pertama Pondok Pesantren Darul Ulum Pondowan Tayu Pati Jawa Tengah. Beliau juga Abah dari KH. Muhammad Aniq Muhammadun Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Ulum (PPMU/Manba’una) Pakis Tayu Pati Jawa Tengah yang sekarang jadi Rais Syuriah PCNU Pati.

*Tulisan ini terinspirasi dari tulisan KH. Muhajir Madad Salim, Demak.

Semoga artikel Ketika Kiai Jawa Sowan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Makkah ini dapat memberikan pencerahan bagi kita serta dapat memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amin.. amiin.. Allahuma Amin ya robbal alamin..

simak juga artikel terkait di sini

kunjungi juga channel youtube kami di sini, jangan lupa untuk like, komen dan subscribe channel Bangkit TV

Penulis: Mas Amin, Cirebon

Editor: Anas Muslim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *