Keberadaan Keraton Kesultanan Demak, Dimanakah Kini?

Keberadaan Keraton Kesultanan Demak

Keberadaan Keraton Kesultanan Demak, Dimanakah Kini?

Jawaban Naskah-naskah Demak-Pajang atas Keberadaan Keraton Kesultanan Demak: Banyak yang bertanya dimanakah kini Keraton Demak? terkubur? dihancurkan Belanda? atau gimana?

Sependek penelusuran saya, sudah dua naskah menyebut tentang keberadaan Kraton Demak. Naskah Babad Pajang atau Babad Jaka Tingkir koleksi Radya Pustaka Solo menyebut “puri Demak” tempat para Wali Songo menggelar maulid pertama dan menggelar diskusi teologis atau musawaratan para Wali yang terkenal itu (lihat buku Pesantren Studies 2b).

Pertanyaan kita: dimanakah gerangan “puri Demak” itu?

Naskah-naskah Wali Songo umumnya menyebut musawaratan para Wali itu berlangsung di serambi Masjid Demak. Berarti puri atau Keraton Demak itu juga berada dalam satu komplek serambi Masjid Demak. Berarti Serambi Masjid Demak ini sangat luas, menampung Keraton Raja dan ruang diskusi para Wali.

Nah, hal ini dikukuhkan dalam naskah kedua: berjudul “Babad Tanah Jawa versi Drajad” (The History of Java version Drajat), kode British Library, EAP 061/2/54. Tambahan “Drajad” karena teks ini ditemukan di daerah Drajad, pesisir Lamongan, dan kini tersimpan di Pondok Pesantren Tarbiyyatut-Thalabah, Kranji, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, yang didirikan oleh KH. Musthofa pada 1898. Naskah ditulis di atas kertas Eropa yang kini sudah kelihatan lapuk, terdiri 165 lembar folio (ada 325 halaman isi). Naskah ini bagian jaringan naskah-naskah Giri-Gresik abad 16-17 (dibahas nanti dalam buku Kajian Naskah Babad Gresik).

Ini foto halaman akhir naskah (terpotong). Ada tertulis pada halaman f. 163b: “muli kinarya surambi ing Demak sadayanipun” (mereka lalu berbaur bersama menuju kraton Demak, di serambi [Mesjid]).

Bagian ini berceritera tentang penyerahan diri Panglima Majapahit, Raden Husain atau Adipati Terung Pecat Tanda, adik Raden Patah dari lain bapak, beserta segenap keluarga dan bala-pasukannya. Mereka semua diterima oleh Raden Patah di serambi Demak, ya Serambi Mesjid Demak atau puri Demak seperti kata Babad Pajang.

Jadi, dari kesaksian naskah-naskah ini, Kraton Demak itu adalah keratonnya tokoh Waliyullah, berada di serambi masjid, mengikuti model kediaman para ahlussuffah (tokoh sufi awal) dari para sahabat Nabi SAW. yang berdiam di serambi masjid.

Keraton Demak jangan dibayangkan mirip dengan Keraton raja-raja feodal model Mataram.

Penulis: Dr KH Ahmad Baso, intelektual NU.
Keberadaan Keraton Kesultanan Demak, Dimanakah Kini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *