Karomah Habib Ali Masyhur Tarim Menggetarkan Alam Barzakh

Karomah Habib Ali Masyhur Tarim Menggetarkan Alam Barzakh

Posted on

Karomah Habib Ali Masyhur Tarim Menggetarkan Alam Barzakh.

Namanya adalah Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Beliau adalah mufti Tarim Yaman yang tak lain adalah kakanda Habib Umar bin Hafidz. Sebagai seorang mufti, keluasaan ilmunya diakui semua ulama sedunia. Walaupun demikian, Habib Ali Masyhur dikenal sosok yang tawadlu. Bahkan karena tawadlunya, banyak yang menangis di hadapannya.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Dikisahkan, Habib Ali selalu memimpin ziarah pemakaman Zanbal di Tarim setiap hari Jumat. Salah seorang muridnya mimpi bertemu Sayyidina Faqihil Muqaddam (leluhur para Habaib) yang berkata: “Kita ahlul barzakh di Zanbal pasti hadir kalau ziarah dipimpin Ali Masyhur.”

Lalu ketika di majelis beliau, murid tersebut bercerita tentang mimpinya kepada Habib Ali dan langsung beliau menangis sambil berkata:

“Alhamdulillah, ini kabar gembira. Selama ini saya memimpin ziarah, saya takut ziarah yang saya pimpin tidak diterima karena keburukan saya.”

Semuapun ikut menangis menyaksikan kerendahan hati dan akhlaq Habib Ali. Inilah kelas waliyullah, mengingat beliau adalah seorang Mufti. Disebut Mufti karena keluasan ilmunya sebagai pakar fiqih yang menjadi rujukan para ulama Tarim. Kita sangat kelihangan meski tidak semua pernah berjumpa dengan beliau.

Saat Habib Ali Masyhur Tarim Menggetarkan Alam Barzakh

Adapun profil singkat Habib Ali, dituliskan dengan narasi yang menyejukkan oleh Sayyid Usamah Bin Zaed Assegaf. Berikut tulisan selengkapya.

Al-Allamah Ad-Dai Al-Faqih Al-Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim (Mufti Tarim)

Nasab & Kelahiran

Beliau Al-Habib Al-Allamah Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Abdullah bin Abibakar bin Idrus bin Umar bin Idrus bin Umar bin Abibakar bin Idrus bin Husain bin Syekh Abibakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syekh Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Alfaqih Almuqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Sohib Mirbath bin Ali bin Alwi bin Muhammad Sohib As-Sum’ah bin Alwi bin Ubaidillah bin Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad Annaqib bin Ali Aluraidi bin Ja’far Assodiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Azzahra Binti Sayyidina Muhammad SAW.

Beliau dilahirkan di Kota Tarim pada hari Ahad 13 Ramadhan 1358 H bertepatan 5 November 1939 M. Terdidik dengan pendidikan sholeh dalam lingkungan ilmu, amal serta iman oleh ayahnya Al-Habib Al-Allamah Ad-Da’iyah As-Syahid Muhammad bin Salim dan Kakeknya Al-Habib Al-Allamah Al-Musnid Salim bin Hafidz.

Menimba Ilmu

Beliau belajar kepada ayah dan kakeknya, serta ulama’-ulama’ besar Kota Tarim di Zamannya, Seperti Al-Habib Al-Allamah Alwi bin Abdullah bin Syahabuddin, Al-Habib Al-Allamah Umar bin Alwi Al-Kaaf dan Khatam Menghafal Al-Qur’an di Mi’lamah Abu Murayyim Tarim.

Kemudian Masuk Rubat Tarim pada Tahun 1365H/1946M, diantara Guru Beliau Syekh Mahfudz bin Utsman, Syekh Salim bin Sa’id Bukair, Syekh Abdullah Bazagaifan, Syekh Taufiq bin Faraj Aman dan Al-Faqih Soleh bin Awad Haddad.

Kemudian pada tahun 1377 H/1957 M beliau diperintahkan ayahnya untuk menimba ilmu ke Kota Syihir-Hadramaut kepada Al-Habib Abdullah bin Abdurrahman bin Syekh Abibakar bin Salim, kurang lebih selama satu tahun.

Baca Juga >  Tidak Diterima Kuliah S2, Gus Dur Malah Diminta Ngajar Pascasarjana

Kembali ke Kota Tarim untuk belajar dan mengajar di Ma’had Al-Fiqhi Tarim selama beberapa tahun hingga tahun 1382H / 1962 M. Pada tahun 1375H / 1955 M, beliau diminta ayahnya untuk belajar dan selalu hadir Majelis Kakeknya Al-Habib Salim bin Hafidz selama dua tahun.

Wadi Dau’an

Pada tahun 1382 H / 1962 M, menuju ke Wadi Dau’an, untuk mengajar, berda’wah dan membuka banyak Madrasah sehingga banyak memberi manfaat orang-orang yang ada di Wadi tersebut, beliau menetap hingga tahun 1395 H / 1975 M.

Safar Haromain

Sewaktu berada di Wadi Dau’an, beliau pernah perjalanan (safar) ke Haromain (Makkah & Madinah) pada tahun 1386 H / 1966 M, untuk menunaikan ibadah haji, umroh dan ziarah Rasulullah SAW, beliau juga mengambil sanad keilmuan kepada para pembesar ulama’ haromain di zaman itu: Syekh Muhammad Alarobi Attibbani, Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki, Sayyid Muhammad Amin Kutbi, Syekh Hasan bin Muhammad Massyath dan lainnya.

Kembali Menetap di Kota Tarim

Pada tahun 1395 H / 1975 M, beliau memutuskan untuk kembali tinggal di Kota Tarim, dikarenakan pada waktu itu adalah waktu kerasnya para komunis. Beliau salah satu ulama’ yang sabar dan kuat atas kekejaman-kekejaman para komunis tersebut.

Beliaulah yang meneruskan majelis-majelis khusus maupun umum setelah ayahnya diculik komunis. Beliau juga membangun kembali semua tertib-tertib dan adat salafussoleh yang ada di kota Tarim, setelah sempat tidak berjalan sewaktu gencarnya komunis.

Beliau kemudian menjadi Imam Masjid Agung Al-Jami’ Tarim sejak tahun 1395 H dan dari tahun 1421 H / 2000 M resmi menjadi Pimpinan Majlis Fatwa di Tarim.

Kegiatan Berharganya

Beliau memiliki semangat yang kuat dalam menjaga kitab-kitab Makhtutot. Beliau kumpulkan dari Madrasah-madrasah dan rumah-rumah ulama’ yang ada di Kota Tarim, sehingga saat ini dikumpulkan dalam sebuah Perpustakaan Jami’ Tarim (Maktabah Ahqof).

Beliau juga menjadi Naqobah (khodim nasab) Sadah Ahli Bait Rasulullah SAW, yang dikumpulkan dalam sebuah Syajaroh (pohon nasab) oleh Al-Allamah Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur.

Setelah Kesatuan Yaman

Mengajak beberapa Masyayikh untuk membuka kembali Rubat pada tahun 1412H / 1992 M. Beliau adalah pengajar utamanya. Beliau mengajak adiknya (Habib Umar) untuk membuka Darul Mustofa pada tahun 1414 H / 1994 M,
beliau menjadi pimpinan dan pengajar bagi santri yang akan lulus. Beliau juga menjadi pengajar di Kuliah Syari’ah (Al-Ahqof) Hadramaut, sehingga angkatan pertama lulus selama empat tahun.

Beliau membuka Majelis-majelis ilmu di Masjid Jami’ Tarim, Darulfaqih dan lainnya, bahkan mengajak penuntut ilmu untuk belajar ke rumahnya. Beliau menyemangati dan mengirim para pemuda untuk keluar berdakwah ke kampung-kampung. Beliau juga membina Majelis Diniyah untuk wanita yang terus berjalan.

Semoga Allah menerima semua amal ibadah beliau dan memberikan kita keberkahan.

Demikian Karomah Habib Ali Masyhur Tarim Menggetarkan Alam Barzakh. sedikit Manaqib Al-`Allamah Ad-Da’iah Al-Faqih Al-Habib `Ali Al-Mashhur Bin Hafiz Bin Al-Shaykh Abu Bakr Bin Salim (MUFTI TARIM).

Demikian kisah karomah Habib Ali Masyhur Tarim menggetarkan alam barzakh, semoga bermanfaat.