PCNU Surabaya

Kantor PCNU Surabaya Sentra Pergerakan Islam dan NU dalam Pertempuran 10 Nopember 1945

Posted on

Kampung Bubutan pada abad 18 dan  abad 19 merupakan setra pergerakan Islam dan kampung NU, namun sekarang ini penghuninya didominasi Warga Tionghoa. Di jalan bubutan VI/ 2 inilah berdiri bangunan cagar budaya. Rumah bercat hijau ini berlantai dua memiliki kaitan antara peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Sekarang gedung PCNU Surabaya jadi bangunan cagar budaya ini tersimpan 20 foto bersejarah yang terkait dengan peristiwa pertempuran 10 Nopember, termasuk di dalamnya foto Resolusi Jihad dari naskah asli Resolusi Jihad yang tersimpan di museum Leiden, Belanda.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Berikut ini sejarah Gedung cagar budaya ini; Diawali  tahun 1926, yaitu tatkala NU berdiri, gedung ini telah dijadikan sebagai Kantor Pengurus Besar (Hof Bestur) NU.

Pada tahun 1935 gedung ini diselenggarakan konfrensi Ansoru Nahdlatul Ulama (Pemuda Anshor NU).

Pada masa revolusi di gedung ini dicetuskan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 oktober 1945. Resolusi tersebut berisi keputusan yang mewajibkan setiap muslim, terutama laki-laki yang tinggal di radius 94 kilometer   untuk bertempur mempertahankan dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajahan  Belanda menurut hukum Islam.

Baca Juga >  Karomah KH Hasyim Asy'ari Jombang untuk NKRI

Berdasarkan sejarahnya tersebut bangunan tersebut ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya sesuai Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya no.188.45/502/436.1.2/2013.

Sebagai wujud penghormatan bangsa Indonesia pada tahun 2013 dibangun Monumen Resolusi Jihad. Pada momen Resolusi Jihad di jadikan Hari santri yang jatuh pada tanggal 22 oktober 2015, untuk itu ketika Hari Santri merupakan saat yang tepat mengunjungi Monumen Resolusi Jihad. Monumen ini berada di kampung bubutan VI/2, dekat dengan bangunan cagar budaya; Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya.

Monumen Resolusi Jihad ini diresmikan oleh Ketu PBNU KH. Said Aqil Siroj pada tanggal 23 Oktober 2011. Monumen ini mengingatkan akan sejarah resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari pda tanggal 22 Oktober 1945.

Resolusi jihad ini mampu mengerahkan Santri, Pemuda dan mayarakat untuk berjuang bersama melawan tentara sekutu, atau lebih dikenal dengan peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945.