Jokowi dan NU

jokowi dan munas

MUNAS-KONBES, KOTA BANJAR

Presiden Jokowi membuka Konferensi Besar NU di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu 27 Februari 2019. Ini adalah forum tertinggi dalam NU setelah muktamar. Dalam forum ini berbagai masalah keagamaan dan organisasi akan dibahas dan diputuskan.

Konferensi Besar NU kali ini terasa istimewa. Pasalnya apalagi kalau bukan momentumnya. Kurang dari dua bulan lagi pemilu akan diselenggarakan dan Jokowi maju lagi untuk periode kedua.

Tetapi yang lebih istimewa lagi adalah karena Jokowi memilih Kyai Ma’ruf Amin–mantan Rais Aam PBNU, pemimpin tertinggi NU–sebagai calon wakilnya. Pemilihan Kyai Ma’ruf ini memang menimbulkan perdebatan, tetapi cukup pasti hal itu menunjukkan arti penting NU dalam politik. Lebih daripada sebelumnya, peran NU dalam politik semakin nyata.

Namun pemilihan Kyai Ma’ruf oleh Jokowi sebagai wakilnya lebih dari sekadar soal politik pilpres. Bagaimanapun visi besar Jokowi untuk membangun suatu kehidupan keagamaan yang moderat di Indonesia sangat cocok dengan prinsip Islam ahli sunnah wal jamaah NU. Keduanya saling membutuhkan dan menguatkan.

Dapat dikatakan duet Jokowi dan Kyai Ma’ruf mewakili penggabungan kekuatan nasionalis dan religius, dua kekuatan yang menjadi soko guru arus utama masyarakat Indonesia. Kepada keduanya kita berharap hubungan antara negara dan agama di negeri ini berjalan lebih baik. Semoga NKRI yang dicita-citakan akan segera berbuah kenyataan.

Penulis: Amin Mudzakkir, Peneliti LIPI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *