Jangan Putus Asa, Pintu Pertolongan Allah Sangat Luas

Jangan Putus Asa, Pintu Pertolongan Allah Sangat Luas

Diposting pada

Luasnya pintu pertolongan Allah.

Jangan putus asa dan tidak perlu malu disebut tradisional, kolot, dan tidak ilmiah dalam menghadapi masalah, termasuk kesehatan, Covid-19. Empat tahun lalu, setelah diperiksa oleh dokter yang tangguh dengan menggunakan alat modern, MRI, di kepala saya diketahui ada daging yang tumbuh, semacam tumor. Kata dokter, harus operasi, bedah kepala.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Mendengar kepala harus dibongkar maka tidak kebayang apa yang terjadi. Pada saat seperti itu, saya diajurkan oleh seseorang berkonsentrasi, memohon kepada Allah, agar daging di kepala diambil, dan subhanallah, ternyata benar. Rasa sakit di kepala dalam waktu yang tidak lama hilang. Setelah diperiksa kembali, daging di kepala saya sudah tidak ada lagi. Artinya, saya sembuh hingga sekarang.

Pengalaman berikutnya, semasa kecil, saya terkena sakit kulit yang sedemikian serius. Sekalipun sudah 60 tahun, bekas penyakit yang ada di kulit itu sekarang masih ada. Ketika itu berobat ke rumah sakit. Setelah bermacam-macam jenis obat dicoba, ternyata tidak mempan. Datanglah saran dari orang kampung agar diobati dengan ketela beracun. Subhanallah, tidak lebih dari satu minggu, penyakit saya yang sudah berbulan-bulan, ternyata sembuh.

Baca Juga >  Ini Kata Sambutan Lurah Baru Desa Panggungharjo yang Fenomenal

Menghadapi wabah corona saat sekarang ini, tidak perlu takut berlebihan dan apalagi berputus asa. Jangan. Kita masih bisa berdoa, memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, berkonsentrasi penuh. Kedua, jika tidak tersedia obat modern atau tidak terjangkau, maka jangan menyerah.

Berbagai jenis tanaman seperti daun pepaya, daun sirih, bawang merah dan cengkih, empon-empon, dan masih banyak lagi jenis lainnya, mengikuti pengalaman banyak orang, bisa digunakan dan sembuh. Jangan takut berlebihan dan juga jangan putus asa. Pintu-pintu pertolongan Allah sedemikian luas terbentang di hadapan kita semua.

Penulis: Prof Imam Suprayogo, Malang.