Harlah Muslimat NU ke-80: Antara “Tiang Negara” VS “Tiang Jaler”

Bangkitmedia.com, BANTUL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Piyungan memperingati Harlah ke-80 di lapangan Sudarsono Srimartani Piyungan Bantul, dengan mengadakan senam Bersama warga Piyungan dan sekitarnya yang dihadiri oleh Bupati Bantul dan jajarannya, Ketua Fraksi PKB DPRD Bantul, Mahmudin, Panewu Piyungan, para lurah, juga segenap pimpinan Forkompinkap, mulai dari KUA, Kaplsek, Danramil dan Puskesmas Piyungan, Minggu (26/04/2026).

Di tengah ribuan peserta H. Abdul Halim Muslih memberi sambutan dengan berapi-api memberikan semangat kepada ibu-ibu Muslimat NU Piyungan. “Ibu-ibu Muslimat NU ini Adalah tiang negara (an-nisa ‘imadul bilad), kalau para bapak-bapak hanyalah “tiang Jaler” kata Bupati Bantul dengan nada candanya.

Bacaan Lainnya

“Baik para wanita, baik juga negaranya. Maka wajar bila NU di Piyungan sangat maju sekali karena didukung oleh para Muslimat NU yang hebat-hebat,” tambahnya.

Lebih lanjut Halim menjelaskan tentang fungsi ibu. Adalah pertama, sekolah pertama dan utama (madrasatul ula) yang membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi penerus bangsa.

Kedua, fondasi keluarga,  kestabilan rumah tangga yang dikelola oleh perempuan menjadi pondasi kokohnya tatanan sosial dan negara

Ketiga, kualitas generasi bangsa, yakni  baik buruknya kondisi perempuan secara langsung mempengaruhi kualitas generasi bangsa dan negara.

Keempat, fungsi pemberdayaan,  perempuan modern tidak hanya berperan di domestik, tetapi juga berkontribusi dalam sektor publik, pendidikan, dan medis untuk pembangunan bangsa.

“Itulah makna dari peran perempuan Indonesia yang tergabung dengan Muslimat NU sangat membanggakan, dan luar biasa, yang sangat berbeda dengan kaum bapak-bapak (tiang jaler)” puji Halim.

Hadir pula ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Bantul, drg. Siti Roikhana, MPH. Beliau mengungkapkan keprihatinan yang sangat dalam atas dugaan kasus kekerasan pada anak di Daycare Yogyakarta.

“Kasus ini harus diusut tuntas, biar tidak terulang di Yogyakarta dan Wilayah lain pada umumnya.” Tegasnya.

Doa dipimpin KH. Imam Syujai Fadli, dan diakhir acara dibagikan ratusan bingkisan dari para donatur dan warga Muslimat NU. Tercatat ada dua buah Sepeda Listrik dari Bupati Bantul, dan Misnawi, Kambing dari Djon Farm, Springbed dari SMP Pembangunan, kulkas dari Aslam Ridho, TV LED dari Batik Jawon dan Mesin Cuci dari PAC Muslimat NU Piyungan. (Nurhaeni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *