Gus Salam YS Ungkap Rahasia Transformasi Ruhani di Balik Ibadah Umrah Melalui Buku Hakikat Umrah

Tak sedikit jamaah yang pulang dari Tanah Suci membawa kenangan indah, namun belum memahami perubahan batin yang seharusnya lahir dari ibadah umrah. Berangkat dari realitas tersebut, Gus Salam YS mengungkap rahasia transformasi ruhani melalui karya buku terbarunya berjudul Hakikat Umrah.

 

Bacaan Lainnya

Bangkitmedia.com, YOGYAKARTA – Penggagas AHQ-MAP dan Golden Shift Masterclass, Gus Salam YS, akan menggelar Bedah Buku Hakikat Umrah, karya terbarunya yang mengupas dimensi batin dan makna terdalam dari ibadah umrah. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Ahad, 12 Juli 2026, pukul 08.00–11.30 WIB di RISS Hotel Malioboro Yogyakarta.

Melalui buku ini, Gus Salam YS berupaya menghadirkan perspektif yang lebih mendalam tentang umrah sebagai sarana transformasi ruhani spiritual, bukan sekadar perjalanan ibadah yang bersifat ritual.

Menurutnya, banyak jamaah telah menunaikan umrah dengan baik, tetapi belum sepenuhnya memahami pesan-pesan kehidupan yang terkandung dalam setiap rangkaian ibadah yang dijalankan.

“Banyak jamaah yang pulang dari umrah membawa oleh-oleh dari Tanah Suci, tetapi yang lebih penting adalah membawa pulang kesadaran baru, hati yang lebih bersih, dan hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Itulah hakikat umrah yang sesungguhnya,” ujar Gus Salam YS.

Ia menjelaskan, bahwa setiap prosesi umrah memiliki pelajaran spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Thawaf mengajarkan manusia menjadikan Allah sebagai pusat orientasi hidup, sa’i mengajarkan pentingnya ikhtiar yang tidak pernah berhenti, sedangkan tahallul menjadi simbol pelepasan ego dan kesombongan diri.

“Thawaf mengajarkan kita untuk menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan. Sa’i mengajarkan ikhtiar tanpa putus asa. Sedangkan tahallul mengingatkan kita untuk melepaskan ego dan kembali menjadi hamba yang rendah hati. Jika makna-makna ini dipahami, umrah akan menjadi perjalanan transformasi yang luar biasa,” jelasnya.

Gus Salam YS menegaskan, bahwa buku Hakikat Umrah yang ditulis berdasarkan refleksi pengalaman ruhaninya ini sebagai panduan bagi umat Islam yang ingin memahami dimensi ruhani dari ibadah umrah secara lebih utuh.

“Buku ini mengajak kita memahami bahwa umrah bukan hanya perjalanan ke Tanah Suci, tetapi perjalanan pulang menuju Allah dan menemukan kembali jati diri sejati. Ketika seseorang menemukan hakikat umrah, maka yang berubah bukan hanya statusnya sebagai alumni umrah, tetapi cara berpikir, cara merasakan, dan cara menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Kegiatan bedah buku ini terbuka bagi masyarakat umum, khususnya calon jamaah umrah, alumni umrah, maupun mereka yang ingin memperdalam pemahaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Gus Salam YS berharap semakin banyak umat Islam yang mampu memahami bahwa umrah bukan sekadar perjalanan menuju Baitullah, melainkan momentum untuk melakukan perjalanan ke dalam diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Jadikan umrah bukan sekadar perjalanan yang selesai ketika pesawat mendarat kembali di tanah air. Jadikan umrah sebagai awal perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih bermakna, lebih tenang, dan lebih bercahaya bersama Allah,” tambahnya. (gusayu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *