Bangkitmedia.com, YOGYA – Jajaran pengurus definitif Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara se-DIY sowan dan silaturahmi kepada Pengurus PWNU DIY, yakni Rois Syuriah serta Ketua Tanfidziah, Jumat (12/6/2026).
Rangkaian silaturahmi diawali dengan mengunjungi Rois Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduqi di Sleman. Setelah itu dilanjutkan ke Ketua dan Sekretaris PWNU DIY. Hal tersebut menjadi momentum pengenalan jajaran kepengurusan DPC PKB se-DIY yang baru saja diumumkan DPP PKB, sekaligus memohon doa, restu, arahan, dan bimbingan ulama Nahdlatul Ulama.
Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar seperti dilansir dari KRJogja.com, Sabtu (13/6/2026) menyampaikan silaturahmi tersebut merupakan tradisi yang harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara PKB dan NU. Silaturahmi ini dalam rangka mengenalkan kepengurusan baru Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB se-DIY yang baru saja diumumkan oleh DPP PKB.
“Kami memohon restu, arahan, bimbingan, dan doa dari para kiai agar PKB ke depan tetap solid, kompak, istiqamah, serta diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah partai dengan baik,” ungkap Umaruddin Masdar.
Ia berharap dengan dukungan para ulama dan seluruh elemen Nahdlatul Ulama, PKB dapat terus berkembang menjadi partai yang semakin maju, kuat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Umaruddin juga menegaskan bahwa seluruh kepengurusan DPC PKB yang baru diwajibkan untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di daerah masing-masing.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh kepengurusan DPC yang baru untuk sowan dan bersilaturahmi dengan PCNU di wilayahnya masing-masing. Sinergi antara NU dan PKB di DIY harus terus dijaga dan diperkuat demi kepentingan masyarakat, warga Nahdliyin, serta kemaslahatan masyarakat pada umumnya,” tambahnya.
Sementara Ketua PWNU DIY KH Zuhdi Muhdlor menegaskan hubungan NU dan PKB memiliki ikatan yang kuat dan tidak dapat dipisahkan, baik secara ideologis, historis, maupun sosiologis. NU dan PKB memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan secara ideologis, historis, maupun sosiologis.
“Oleh karena itu, upaya teman-teman PKB untuk terus menjalin keakraban, sinergitas, dan kolaborasi dengan NU merupakan langkah yang sangat baik dan penting,” ungkapnya.
Menurut Zuhdi, keberadaan PKB merupakan bagian dari ikhtiar politik yang lahir dari semangat perjuangan para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama. PKB saat ini berusia 28 tahun, sedangkan NU telah memasuki usia lebih dari satu abad.
“Artinya, PKB merupakan bagian dari penjelmaan cita-cita, pemikiran, dan perjuangan para sesepuh NU. Berbagai hal yang diperjuangkan PKB sesungguhnya merupakan amanat dan titipan para ulama yang turut melahirkan partai ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergitas dan kolaborasi yang baik antara NU dan PKB harus terus dirawat sebagai fondasi perjuangan bersama dalam melayani umat dan bangsa. “Saya sangat senang melihat semangat kebersamaan ini. Sinergitas dan kolaborasi harus menjadi kata kunci perjalanan NU dan PKB ke depan. Dengan kebersamaan tersebut, insyaallah berbagai ikhtiar untuk kemaslahatan masyarakat dan warga Nahdliyin dapat diwujudkan dengan lebih baik,” pungkasnya. (*)








