Garda Fatayat NU DIY Adakan Diklat Khusus Instruktur.
Yogya, Bangkitmedia.com.
Pimpinan Wilayah Fatayat NU DIY dan Satkorwil Garda Fatayat NU DIY mengadakan acara diklat khusus (Diklatsus) instruktur Garda Fatayat (Garfa) NU se Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Dewa Perwakilan Daerah (DPD) DIY, Jl. Kusumanegara No. 133, Kota Yogyakarta, pada Selasa, 22 Juni 2021.
Dalam kesempatan ini, Mohaiya Mahrumi Therazuna mewakili PW Fatayat NU DIY mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Fatayat dan Garfa untuk menyukseskan acara Diklatsus Instruktur ini.
“Mengucapkan terima kasih kepada Garfanu DIY dan segenap pantia telah berhasil menginisiasi acara Diklatsus ini. Memohonkan maaf kepada hadirin, Ketua PW Fatayat NU DIY Ibu Khotim tidak bisa hadir karena bersamaan dengan acara lain. Kita semua berharap bahwa setelah kegiatan Diklatsus ini juga dilaksanakan kegiatan keaswajaan, agar Garfa menjadi kader yang handal dan setia melayani umat. Harapan juga adalah kepada seluruh kader agar semangat dalam berjuang dan berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Semangat Garfa harus terus dijaga agar terus memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWNU DIY Dr KH Arif Rohman menegaskan bahwa Garda Fatayat NU DIY adalah pioner pergerakan fatayat secara nasional, bukan sebatas DIY semata.
“Fatayat NU DIY ini menjadi pioner penyelenggaraan Garfa secara nasional. Makanya, kebutuhan untuk pasukan Garfa ini ke depan adalah hal yang mendesak. Saya melihat hari ini sangat getol dalam pengkaderan dengan berbagai skema. Contohnya melalui skema PKPNU, Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, maupun secara informal. Hal ini untuk memberikan pemahaman kepada kader agar memahami permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan adanya pelatihan, akan didapatkan standar khusus yang bermutu,” tegas Kiai Arif Rohman.
Kiai Arif Rohman juga berharap bahwa di masa depan output diklatsus ini akan dihadirkan ke daerah-daerah lain, sehingga akan dihasilkan output kader yang sama pula.
“Persoalan lain selain pandemi adalah soal pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Diantara upaya yang dilakukan adalah melalui kotak koin. Di bidang pendidikan, PWNU terus mengawal pembangunan gedung UNU 9 lantai. InsyaAllah tahun 2022 gedung UNU dapat berdiri megah. Di bidang kesehatan, sampai saat ini masih berusaha mewujudkan pembangunan gedung rumah sakit.”
Di akhir sambutannya, Kiai Arif Rohman memberikan apresiasi kepada pengurus Fatayat dan Garfa periode ini karena sangat masif kegiatannya, contohnya belum lama ini telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Sholat Sempurna.
Sedangkan sahabat Nur Wahid, Kasatkorwil Banser NU DIY, memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan Diklatsus Instruktur ini.
“Memang, dengan adanya Denwatser dan Garfa ini harus segera ditata. Semuanya dalam rangka khidmah dan mengawal kegiatan di NU. Tapi untuk pejuang perempuan, maka GP Ansor sudah berkomitmen untuk mengembalikan kepada Fatayat, yakni masuk menjadi kader Garda Fatayat NU,” tegas Nur Wahid.
Komandan Banser NU DIY ini juga mengajak semua kalangan untuk membantu Garfa NU dalam berbagai kegiatannya.
“Kader-kader Garfa inilah yang nanti akan menjadi ujung tombak. Dalam kondisi pandemi, sebagai kader NU harus menjadi contoh yang baik dengan cara mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Hilmi Fauzi, staf anggota DPD RI Dr Hilmy Muhammad, menjelaskan bahwa Garda Fatayat NU DIY ini luar biasa, capaiannya sangat fantastis, dan menjadi inspirasi bagi Fatayat di berbagai daerah seluruh Indonesia.
“Mohon maaf, Gus Hilmy tidak bisa hadir dalam acara ini. Gus Hilmy berharap adanya saling sinergi untuk kemaslahatan semua masyarakat. Selamat melaksanakan Diklatsus, semoga kehadiran Fatayat dan Garfa dapat dirasakan betul di tengah-tengah masyarakat,” tegas Hilmi.
Hilmi Fauzi juga menegaskan bahwa bukti gerakan Garfa yang luar biasa itu bisa dilihat dari sejak lahirnya pada 25 Oktober 2019.
“Baru launching pada 25 Oktober 2019, tapi Garfa pada 7 Oktober 2020 sudah melaksanakan DTD yang ke-3. Total kader yang dimiliki Garfa saat ini sudah 350 kader. Garfa NU DIY ini luar biasa, semoga mampu menularkan kepada Garfa yang lain, khususnya corak humanisnya,” pungkas Hilmi yang juga alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. (wah/bangkitmedia.com)









