Penyebab Hilangnya Barokah Hidup Menurut Guru Sekumpul.
Hidup berkah adalah dambaan semua umat Islam. Hidup berkah bukan saja mendapatkan bahagia di dunia, tetapi kelak juga di akhirat. Hidup berkah menjadi jalan hidup orang-orang sholeh, ulama dan para wali. Mereka mengabdikan dirinya khusyu’ beribadah kepada Allah, juga selalu menyapa dan membahagiakan sesama umat manusia.
Makanya, jangan sampai kita kehilangan hidup berkah. KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) menjelaskan tentang penyebab hilangnya hidup berkah. Demikian juga KH Muhammad Zuhdiannor (Abah Guru Zuhdi) juga menjelaskan penyebab hidup jadi tidak berkah.
Abah Haji (Guru Zuhdi) pernah berkata, “Orang yang suka mencari kesalahan orang lain, membuka aib orang lain, menghina orang lain, merendahkan orang lain, mengghibah orang lain dan menjelek-jelekkan orang yang salah kepada orang lain, serta mengerjakan riba (berhutang bayar berlebih), maka orang itu, Allah cabut keberkahan di dalam hidupnya.”
Apapun usaha (dagangan) orang itu, maka tidak akan barokah (kada babarkat), sekalipun ia sugih (kaya) harta. Apapun usaha (dagangan) dan hasil usahanya itu dari hasil riba (berhutang bayar berlebih), maka hatinya akan jadi keras (malas beribadah dan hatinya suka mencari kesalahan orang)”.
Maksudnya adalah:
Kita pandang diri kita masing-masing. Kita juga punya aib. Jangan kita buka aib orang, sementara aib kita disimpan. Apabila kita menyimpan aib orang maka aib kita juga ditutupi Allah Ta’ala.
Apabila kita membuka aib orang maka aib kita juga dibuka oleh Allah.
Terkadang orang yang memfollow kita atau orang yang mengikuti kita di media sosial itu belum tentu mereka semua senang dengan kita. Belum tentu suka dengan postingan-postingan kita dan belum tentu mereka penggemar kita. Terkadang mereka menjadi CCTV untuk mencari kesalahan kita. Apabila sedikit saja kita salah, maka akan disebarkannya ke orang lain. Apabila kita benar, dia akan diam dan terus memantau kesalahan kita.
Maka dari itu, simpanlah aib orang walaupun ia berbuat salah, maka kita wajib menyimpan aibnya.
Alhmarhum Abah Guru Sekumpul (Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani) pernah berkata:
“Siapa yang melihat kesalahan orang dan kita simpan aib orang itu maka Allah akan mengangkat derajatnya dan Allah tutupi aibnya dan apabila aib orang itu dibuka, maka Allah akan menurunkan derajatnya meskipun ia kaya harta dan berpangkat tinggi. Siapa yang mendo’akan mereka yang salah (do’a yang baik-baik) serta tidak membua aib orang, maka Allah bukakan pintu husnul khatimah untuknya.”
“Dan janganlah berhutang yang bayarnya berlebih. Apapun bentuk usahanya yang modalnya itu berhutang bayar berlebih, maka semua hasilnya itu juga haram, baik makan, minum, pakaian dan sebagainya yang hasil dari usaha itu. Maka itulah penyebab hilangnya barokah dalam hidup dan membuat malas beribadah.”
“Hidup syukuri apa yang ada. Jangan meminta lebih, demi kebutuhan hidup maka berhutang dengan bayar berlebih. Jangan sampai kita mengerjakan riba. Jangan sampai keberkahan hidup dicabut oleh Allah.”
Mudah-mudahan kita semua bisa mengamalkan ini karena ini sangat suliet diamalkan meskipun dari segi tulisan ini sangat mudah dan gampang akan tetapi sangat sulit diamalkan.
Mudah-mudahan berkat Rasulullah, para Auliya dan orang-orang sholeh, qobul segala hajat, selamat dunia akhirat, husnul khatimah dan masuk surga bighoiri hisaab. Aamiin…!!!
Penulis: Muhammad Zainuddin bin H.AbdurRahman, santri Abah Guru Sekumpul.








