Burdah 27: Belajar Merasakan Lezatnya Suatu Kebaikan

kiai kuswaidi syafi'i

Oleh Kiai Kuswaidi Syafi’ie, Pengasuh Pesantren Maulana Rumi Sewon Bantul

امرتك الخير لكن ماائتمرت به
وما استقمت فما قولي لك استقم

Aku menyuruhmu mengerjakan kebaikan. Tapi aku sendiri tidak melaksanakannya. Aku juga tidak istiqamah. Lalu apa gunanya kata-kataku kepadamu, “Istiqamahlah engkau!”

Betapa sangat jelas bahwa adanya perintah itu merupakan satu hal, sementara melaksanakannya merupakan hal yang lain. Tidak secara otomatis keduanya pasti berkelindan. Bahkan sering kali keduanya dipisahkan oleh jarak yang begitu panjang membentang.

Secara ideal, memerintahkan kebaikan semestinya memang diawali dengan melaksanakannya sendiri terlebih dahulu sebagaimana telah diteladankan oleh junjungan dan panutan umat manusia, Nabi Muhammad Saw. Beliau mengamalkan wudhu terlebih dahulu, baru kemudian memerintahkan umatnya untuk berwudhu. Demikian juga dengan shalat dan berbagai kebaikan yang lain.

Hal yang lebih berat dari “sekedar” mengerjakan kebaikan itu adalah mengamalkannya dengan istiqamah. Selama siapa pun belum betul-betul merasakan lezatnya suatu kebaikan, dia pasti akan merasakan bahwa betapa sangat beratnya istiqamah itu. Itulah sebabnya kenapa panutan dan junjungan umat manusia, Nabi Muhammad Saw, memberikan pelajaran berharga kepada kita semua dengan sabdanya: “Salah satu ayat dalam surat Hud telah membuatku beruban.”

Salah satu orang shalih dari kalangan umatnya pernah berjumpa dengan beliau dalam mimpinya dan bertanya kepada beliau tentang ayat yang dimaksud dalam hadis itu. Dengan gamblang beliau menyebutkan bahwa ayat dalam surat Hud itu tidak lain adalah “Istiqamahlah engkau sebagaimana yang telah diperintahkan.”

Sungguh, betapa sangat tidak mudah istiqamah itu. Akan tetapi kita juga tidak memiliki pilihan lain kecuali terus berikhtiar untuk selalu teguh memperjuangkan istiqamah itu, baik dalam keadaan sukacita maupun duka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *