Makam Syaikh Siti Jenar di Kediri

Benarkah Makam Syekh Siti Jenar Berada di Kediri?

Posted on

Berbeda dengan makam Wali Songo yang jelas letak bangunannya beserta kisah-kisahnya. Makam Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Abdul Djalil secara tepat belum dipastikan dimana keberadaannya. Sebagian masyarakat menganggap makam Syaikh Siti Jenar terletak di kompleks pemakaman Kemlaten di kota Cirebon. Sebagian lagi menganggap makamnya berada di bukit Amparan Jati tak jauh dari makam Syaikh Datuk Kahfi.

Sementara itu, penduduk Jepara menyakini bahwa makam Syaikh Siti Jenar terletak di desa Lemah Abang Jepara. Sedangkan menurut penduduk Mantingan dan Tuban, makamnya terletak di daerah mereka. Sementara menurut penganut Tarekat  Akmaliyah, yaitu tarekat yang di nisbatkan kepada Syaikh Siti Jenar, makamnya dinyatakan hilang karena sesuai wasiat yang bersangkutan kepada para pengikutnya, kuburnya kelak jangan diberi tanda supaya tidak menjadi tempat penziarahan.

Prof. Dr. Hasanu Simon menyebutkan dalam bukunya mengenai pendapat Rinkes yang mengatakan bahwa Syaikh Siti Jenar adalah anak Sunan Gunung Jati yang demikian besar minat dan tekunnya mengaji berbagai ilmu keislaman, terutama mistik. Syaikh Siti Jenar berguru kepada Sunan Ampel, karena cintanya pada pelajaran hingga tidak mau menikah. Setamat sekolah di Ampel Delta, Syaikh Siti Jenar lalu menetap di daerah Kediri. (Prof. Dr. Hasanu Simon, Misteri Syaikh Siti Jenar: Peran Wali Songo dalam Mengislamkan Tanah Jawa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet. IV, 2007, hlm. 366).

Dari pendapat Rinkes tersebut dapat di pahami bahwa Syaikh Siti Jenar atau Syeikh Abdul Djalil adalah putra dari Sunan Gunung Jati bin Syarif Abdullah Udatuddih bin Ali Nurul Alim Al-Misri (Salah satu penguasa dari Mesir) dan masih keturunan Bani Hasyim. Dalam tulisan tersebut dapat kita pahami pula bahwa Syaikh Siti Jenar menetap di daerah Kediri. Perlu di ketahui di sini, pendapat Rinkes tersebut awalnya berasal dari tulisan tangan Raden Ngabei Soeradipoera. dan Rinkes, D.A, dalam bukunya Nine Saint of Java (1996: 27) mengakui kebenaran dari pendapat tersebut.

Dan wajar jika dari dahulu banyak orang yang tidak menerima atau tidak mempercayai kebenaran dari tulisan tangan Raden Ngabei Soeradipoera yang menyatakan bahwa Syaikh Siti Jenar menetap di Kediri, karena dari dahulu memang belum ada bukti tentang hal itu. Sedang Raden Ngabei Soeradipoera sendiri juga tidak menyatakan secara pasti di Kediri sebelah mana Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Abdul Djalil ini dahulu menetap, karena kita ketahui bersama bahwa wilayah Kediri juga sangat luas. itulah mengapa sebagian besar para sejarahwan mengesampingkan pendapat dari Raden Ngabei Soeradipoera.

Tapi setelah ada berita mengenai penemuan Makam Syaikh Abdul Djalil Al Misri di area Masjid Botosari di desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, di sekitar tahun 2008 lalu, saya baru bisa mencocokkan atau menggabungkan kebenaran dari pendapat Raden Ngabei Soeradipoera dengan peryataan yang dulu pernah di sampaikan oleh Gus Latif dari Kediri.

Baca Juga >  Konspirasi Militer Turki di Masa Khilafah Abbasiyah

Bermula dari mimpi Gus Anggik Kediri bahwa di dekat Masjid itu ada sebuah Makam Kuno yang terpendam dalam tanah. Kemudian oleh warga sekitar yang dipimpin langsung oleh Gus Latif dari Kediri melakukan penggalian kurang lebih sedalam satu setengah meter, dan benarlah di sana di dapati Batu Nisan dari Sebuah Makam Kuno (antara batu nisan sebelah utara dan batu nisan sebelah selatan berjarak sekitar empat meter). Di batu Nisan tersebut juga terdapat Ukiran angka tahun dalam angka Arab, yakni 987 Hijriah, yang menurut Gus Latif Makam tersebut adalah Makam dari Syaikh Abdul Djalil Al Misri.

Ada pula yang mengatakan sebelum Gus Anggik bermimpi, telah ada pula orang dari Solo Jawa Tengah dan juga beberapa orang yang sebelumnya pernah mengatakan atau memberitakan kepada pengurus Masjid Botosari kalau di area Masjid Botosari tersebut terdapat Makam seorang Auliya’/Waliyullah yang terpendam dalam tanah. Namun, pada saat itu belum ada upaya penggalian. Dan baru setelah ada pemberitahuan mengenai Mimpi Gus Anggik itu, merekapun sepakat dan penggalian itu baru bisa dilaksanakan.

Di sekitar area Makam Syaikh Abdul Djalil Al Misri  juga didapati tumpukan bata-bata kuno yang berukuran sangat besar dan sangat banyak jumlahnya. Ada yang mengatakan bahwa bata-bata kuno itu dahulunya oleh Syaikh Abdul Djalil Al Misri mau dibuat Masjid yang sangat besar, dan entah mengapa pembuatan Masjid itu tidak jadi. Ataukah dahulu ada yang menghalangi pembuatan Masjid itu, mengingat Syaikh Abdul Djalil Al Misri atau Syaikh Siti Jenar ini di anggap oleh sebagian orang sebagai tokoh utama pencetus faham “Wahdatul Wujud”? dan sampai saat ini masalah itu masih menjadi misteri bagi kita semua.

Dan besar kemungkinan, Makam Syaikh Abdul Djalil Al Misri di desa Kedungsari itu dahulu memang sengaja dihilangkan atau lebih tepatnya dirahasiakan oleh murid-muridnya dengan cara ditimbun dengan tanah. atau memang dahulu ada bencana alam berupa letusan gunung berapi sehingga Makam tersebut tertimbun dengan tanah, atau dengan sebab-sebab lainnya. Wallahu a’lam.

(Mukhlisin/Bangkitmedia.com)