Aman Abdurrahman, Dedengkot ISIS dan Dalang Bom Bunuh Diri

aman abdurrahman

Dr Suratno, Dosen Universitas Paramadina Jakarta dan Wakil Sekretaris Lakpesdam PBNU.

Tadi saya lihat di tivi, jaksa menuntut Aman dengan hukuman mati. Aman alias Abu Sulaeman (Lahir di Sumedang tahun 1972, ada yang bilang 1971, hehe) bisa dikatakan adalah dedengkot dan tokoh penting ISIS di Indonesia. Dia juga ditengarai menjadi master-mind beberapa serangan bom dalam beberapa tahun terakhir.

Karena pinter bahasa Arab dan rajin menulis, Aman banyak menerjemahkan dan menulis artikel-artikel termasuk terjemahan buku-buku Abu Muhammad al-Maqdisi, ulama Yordania yang bukunya Millah Ibrahim jadi salah satu rujukan ideologi ISIS.  Anehnya al-Maqdisi sendiri sekarang sudah tobat dari ideologi ISIS tapi buku-bukunya masih dipakai, hehe.

Aman misalnya menulis artikel Salafiyyah Yahudiyyah untuk menyindir kaum salafi yang tidak mau gabung ISIS dia anggap seperti Yahudi yang menurut Aman pengkhianat dan pengecut. Terjemahan dan tulisan-tulisan Aman dulu banyak dipublish di situs (www.millahibrahim.com) tapi situs itu sudah dibanned meski mungkin msh bisa ditemukan kloningannya. Silahkan dicek sendiri!

Tidak hanya gencar promosi ISIS lewat tulisan, saat ISIS masih awal-awal di tahun 2014 Aman membujuk banyak Napiter di Nusakambangan untuk berbaiat dengan ISIS. Ada yang menolak karena ragu, tapi cukup banyak juga yang ikut berbaiat dari dalam penjara. Kalau nggak salah termasuk Abu Bakar Baasyir.

Katanya Aman cukup ngotot membujuk Baasyir (karena awalnya ragu-ragu) untuk berbaiat dengan ISIS. Harapannya itu secara simbolis akan memberi pengaruh kuat dan selanjutnya banyk yang ikut berbaiat; baik yang dipenjara maupun di luar penjara. Kita ingat setelah baiat di Nusakambangan lalu muncul baiat-baiat ISIS di beberapa tempat.

Sebelumnya Aman divonis penjara 9 tahun karena 2 kasus, yakni memfasilitasi pelatihan bikin bom tahun 2004 dan terlibat dalam training camp ekstrimis di Aceh tahun 2010

Sebelum di JAD (Jamaah Ansharud Daulah), Aman sangat berpengaruh di kalangan anggota-anggota FAKSI/forum aktivis syariah Indonesia, MIB/mujahidin Indonesia Barat. Iskandar alias Abu Qutaibah salah satu pengikut Aman, dulu diperintahkan untuk bikin joint-camp MIB dan MIT/mujahidin indo timur di Poso Pimpinan Santoso tapi joint camp itu gagal terealisir.

Jaringan teror selalu beranak pinak. Termasuk para dedengkotnya. Ketika dedengkot senior makin tua, muncul dedengkot muda seperti Aman. Sebuah tantangan berat yang harus kita cari solusi bersama terkait problem ini.

Danke

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *