ahmad dhani

Ahmad Dani, Bacalah Kembali Sejarah!

Posted on

Keluarga besar Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan memaafkan atas kesalahan ucapan Ahmad Dhani soal hubungan NU dan Nasakom. Meskipun sempat kaget bercampur marah atas tuduhannya, hal ini lebih baik dimaafkan.

Tuduhan tersebut “Laa maaddata fiihaa, bal fitnatun wa siyaasatun qabiihatun” tidak ada arti dan isinya, kecuali hanya fitnah dan politisasi yang kotor. Oleh karena itu agar dia bertobat, meminta maaf, membaca dan mempelajari kembali referensi sejarah yang terpercaya. Kami khawatir jika fitnah terhadap NU tersebut berlalu saja akan mendatangkan hal yang semakin buruk baginya. Fokuslah pada persoalan faktual hukum ujaran kebencian yang telah terbukti melalui vonis pengadilan.

NU, nahdliyin secara hsitoris bagian dari sejarah pendirian NKRI yang sama sekali tidak pernah berkhianat sampai sekarang, dan berbeda dengan PKI. Tuduhan Ahmad Dhani mencerminkan bahwa informasi, bacaan yang diterimanya amat sangat keliru dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami amat menyesalkan atas statmen tersebut dan prihatin atas berbagai persoalan yang terus menimpanya. Vonis bersalah atas ujaran kebencian yang dilakukan Ahmad Dhani jelas bukanlah kriminalisasi, upaya menjegal lawan politik melalui hukum sebagai mana dibuktikan dalam sidang peradilan.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak pernah mengintervensi, menggunakan hukum demi kepentingan politik. Sederhana saja buktinya, Basuki Cahaya Purnama, terpidana penistaan agama yang merupakan mantan pasangan Joko Widodo ketika memimpin DKI, pasti akan dibebaskan dari jerat hukum. Terbukti tidak demikian, ia diproses secara hukum yang tranparan, independen dan akuntabel. Politik dan hukum pada era reformasi sekarang berjalan pada relnya masing-masing, sehingga demokratisasi di Indonesia berlangsung semakin baik dan diakui dunia.

Baca Juga >  Menyambut Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan

Sebagai politisi yang masih muda, Ahmad Dhani agar banyaklah belajar sejarah. Kami bisa saja melaporkan tuduhan tersebut sebagai fitnah, ujaran kebencian baru yang dilakukan terhadap NU, tetapi tidak perlu dilakukan. Jauhkanlah dari berpolitik dengan cara yang kotor, fitnah, hoaks, ujaran kebencian dan pecah belah kebersamaan dalam rumah bersama Indonesia. Semata menjaga kebersamaan, persaudaraan sesama anak bangsa yang mengutamakan saling asih, asah dan asuh. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat dan berkahNya bagi seluruh bangsa dan negara Indonesa sehingga hajat Pemilu 2019 berlangsung dengan aman, dan damai.

Bantul, 8 Februari 2019
Hormat kami,

Beny Susanto/0811-2555-831
Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga