2 Orang Tetap Ngaji, Dahsyatnya Syekh Wahbah Zuhaily

2 Orang Tetap Ngaji, Dahsyatnya Syekh Wahbah Zuhaily

2 Orang Tetap Ngaji, Dahsyatnya Syekh Wahbah Zuhaily.

Belajar istiqamah dari Syeikhuna Muhammad Wahbah Zuhaily. Salah satu yang paling kami aku ingat dari Syekh Wahbah Zuhaily adalah beliau sangat mencintai muridnya dan disiplin yang tinggi. Beliau tidak pernah libur ngaji kecuali safar. Bahkan suatu hari ketika beliau mau safar ke muktamar dibeberapa negara, biasanya hari itu ada ngaji sore ba’da ashar, pengajian fiqh syafii muyassar karya beliau, tapi karena beliau harus musafir hari itu dan abis zuhur harus berangkat.

Beliau bertanya padaku, “Fauzan, besok biar kita tetap lanjut ngaji, bisa gak kamu hadir jam 10.30 pagi? Jadi selesainya sebelum zuhur dan saya langsung berangkat dan ngaji gak libur.”

Tentu saja aku mengiyakan. Bagaimana tidak, beliau aja 2 jam sebelum berangkat keluar negeri tetap rela-relain dan mengusahakan tidak meliburkan ngaji.

Tapi yang membuat istimewa bukan cuma itu. Yang hadir ngaji tetap sama beliau cuma 2 orang, saya dan seorang dokter. Iya, ngaji ulama sebesar itu cuma dua orang yang hadir, mungkin faktor perang Suriah yang lagi di puncaknya.

Tapi kalau kata kawanku, kita di sini, pas Syekh Wahbah buat pengajian malah tidur dan mimpi di rumah, padahal orang di luar Suriah bermimpi agar bisa ngaji sama beliau. Tapi walau yang hadir cuma 2 orang saja ditambah menjelang safar jauh, ditambah bukan jadwalnya tapi dipercepat dan satu lagi yaitu dalam keadaan perang, itu semua bukan halangan untuk beliau tetap melanjutkan pengajian.

Kalau kita mungkin, jangankan untuk ngebela-belain menjelang safar mau menqadha ngaji, ngaji biasa aja, kalau sempat yang hadir pengajian kita cuma 2 orang, 2 pertemuan langsung bubar pengajian, padahal keilmuan kita siapa dibandingkan Syekh Wahbah Zuhaily?

Ini Syekh Wahbah Zuhaily lho, ulama besar kaliber internasional, faqih dunia pada masanya. Tapi beliau mengajarkan kami bahwa dakwah itu bukan untuk orang, bukan berapa banyak yang hadir, tapi seberapa ikhlas kita, dan seberapa istiqamah kita. Siapapun yang hadir toh tugas kita hanya menyampaikan ilmu. Jadi mengajar sama sekali bukan untuk murid, tapi hanya untuk Allah semata.

Itulah salah satu cerita tajaliyat keistiqamahan dan keikhlasan beliau dalam beramal. Ada banyak cerita lain yang aku tahu, baik yang aku lihat sendiri atau yang aku dengar dari orang lain. Mungkin keistiqamahan inilah, salah satu asbab yang membuat beliau bisa menjadi salah satu ulama paling produktif zaman ini.

Ratusan buku beliau tulis, diantaranya yang paling populer adalah Mausu’ah Fiqh Islamy 14 jilid dan Tafsir Munir 16 jilid. Tak heran karena begitu banyak buku yang beliau karang sampai beliau dijuluki Imam Sayuti abad ini.

Rahimallah Sabu Ubadah Syeikhuna Doktor Wahbah Zuhaily.

Penulis: Fauzan Inzaghi.

*Melengkapi kisah tentang 2 Orang Tetap Ngaji, Dahsyatnya Syekh Wahbah Zuhaily, saksikan video ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *