Nama Mohammaed Salah menjadi buah bibir dunia. Sosok pesepakbola asal Mesir yang berkarir di Liverpol ini mampu menampilkan diri sebagai sosok yang ahli mengolah bola, sekaligus menampilkan sosok muslim yang teduh, santun, tawadlu’, dan terbuka. Salah menjadi idola baru muslim dunia, berkah kemampuan kakinya dalam mengolah bola yang menjadi fokus mata dunia.
Mohammed Salah menggapai karirnya tahun 2018 dalam Liga Champion Eropa 2018, Ahad 27 Mei 2018. Mo Salah, sapaan akrabnya, akhirnya memainkan bola yang tidak sesuai dengan harapannya. Mo salah harus keluar lapangan karena cidera yang diderita akibat benturan dengan pemain Real Madrid, Sergio Ramos. Awalnya masih memaksakan diri untuk bermain, tetapi akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Keluar lapangan, Mo Salah menangis. Semua penonton juga menangis. Mo Salah yang dalam pertandingan menampilkan permainan yang sangat menarik justru keluar lapangan karena cidera. Dalam dirinya, Mo Salah sebenarnya ingin menuntaskan pertandingan, entah menang atau kalah. Mo Salah memang tipe pemain yang tidak mau bermain setengah-setengah, dia selalu ingin menuntaskan semua yang dilakukan.
Drama Mo Salah akhirnya mengakhiri semangat Liverpol. Sejak Mo Salah keluar, pertandingan mulai tidak menarik. Liverpol kehilangan daya kreasi, sedangkan Madrid semakin percaya diri. Akhirnya, petaka itu datang, blunder kiper Liverpol dimanfaatkan Benzema. Gol tercipta!
Dari tangisan Salah menuju tangisan Liverpol. Itulah faktanya. Di saat ada tangisan, di saat yang sama, ada juga senyum dan tawa yang mengembang dari sosok pelatih Madrid, Kang Zinedine Zidane. Sosok Kang Zidane dengan strateginya yang cerdas akhirnya memuluskan tawa Madriditas menuju puncak juara. Senyum dan tawa Kang Zidane juga bukti kejeniusannya dalam mengolah bola.
Mo Salah dan Kang Zidane adalah sosok muslim yang menjadi pesepakbola dunia. Mereka berdua menjadi salah satu referensi dunia dalam memandang Islam. Bukan Islam yang marah, suka ngebom dan suka mengafirkan, tapi Islam yang ramah, sportif, dan memberikan kesejukan bagi dunia.
Tangis Mo Salah dan senyum Kang Zidane adalah bukti seorang muslim yang biasa saling melengkapi, saling menebarkan sportifitas, dan tetap berkomitmen menjaga kebersamaan. Tangisan Mo Salah menjadi pelajaran berharga tentang seorang pejuang, senyum Kang Zidane juga tanda konsistensi perjuangan dalam setiap kehidupan. (red/mh)








