Suka Ngopi? Ini Rahasia Keistimewaan Kopi

Bagi masyarakat Indonesia, kopi sudah menjadi minuman sehari-hari. Kopi menjadi minuman lintas usia, baik tua dan muda. Kepopuleran kopi ini lantaran manfaatnya yang bisa membuat orang terjaga lebih lama, dalam artian tidak mudah terserang kantuk. Makanya, wajar, di Indonesia menjamur warung-warung kopi atau yang biasa disebut dengan warkop. Teryata, minuman kopi memiliki keistimewaan yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang, bahkan oleh orang yang suka ngopi sekalipun. Lalu apa keistimewaan kopi? Berikut ini ulasan Al Barokah Al Habib Husein bin Abdullah Assegaf (Gresik):

Qohwa / kopi adalah minuman kesukaan para sholihin. Mereka meminumnya dikarenakan kopi dapat mengusir kantuk saat ibadah. Oleh sebab itulah para sholihin meminum kopi untuk mengusir rasa kantuk, khususnya saat beribadah di malam hari. Dengan mengikuti mereka para sholihin semoga kita mendapatkan pahala amin.

Bacaan Lainnya

Sayyid Ahmad Bin Ali Bahr Al Qadimi bertemu dengan Nabi muhammad SAW, ia berkata pada nabi saw: “wahai Rosulullah aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara”, Nabi muhammad saw kemudian bersabda: “Aku akan memberimu 3 hadits ;

  1. Selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang maka selama itu pula malaikat akan beristighfar [meminta ampun] untukmu.
  2. Barang siapa yang menyimpan tasbih untuk dibuat berdzikir maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang banyak berdzikir, baik ia menggunakan tasbihnya atau tidak.
  3. Barang siapa yang duduk bersama waliyullah yang hidup atau yang sudah wafat maka pahalanya sama saja dengan ia menyembah Allah di seluruh penjuru bumi

وكان الحبيب أبو بكر بن عبد الله العطاس يقول : إن المكان الذي يُترك خالياً يسكنون فيه الجن ، والمكان الذي تفعل به القهوة لا يسكنونه الجن ولا يقربونه

Habib Abu Bakar Bin Abdulloh Al Atthos berkata sesungguhnya tempat / rumah kalau ditinggalkan dalam keadaan sepi-kosong maka para jin akan menempatinya. Sedangkan rumah/suatu tempat yang mana disitu biasa membuat hidangan wedang kopi maka para jin tidak akan bisa menempatinya dan tidak akan bisa mendekat alias mengganggu

Sumber :

(kitab tadzirunnas hal 177 dan kitab At_tadzkir al- Musthafa li aulaadil musthafa waghairahum mimman ijtbaahu lloohwasthafa karangan Alhabib Abu Bakar al-Atthas bin Abdullah bin Alwy bin Zain Alhabsyi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *