Simak, Berikut Tujuh Amalan Menyambut Ramadan 1447 H

ILUSTRASI by AI Image

Arief Fauzi Marzuki

 

Bacaan Lainnya

MENURUT para ulama, bulan Rajab keistimewaannya ada pada sepuluh hari pertama, bulan Sya’ban pada pertengahan bulan (nisfu sya’ban) dan Ramadan ada di sepuluh hari yang terakhir.

Karena itu betapa istimewanya Ramadan. Persiapan untuk menyambutnya diiringi bulan-bulan yang mulia untuk memasuki pintu gerbang Ramadan.

Beruntung sekali, orang-orang yang bisa memaksimalkan amalan-amalan sunnah pada bulan Rajab dan Sya’ban seperti puasa, qiyamul lail, sedekah, membaca Alquran mengkaji ilmu agama, dll.

Sembari menunggu bulan Ramadan tiba, berikut ini amalan-amalan yang dapat dikerjakan. (Feni Kusumaningrum: jombang.nu.or.id, 2024).

Pertama.  “Ya Allah, berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.” (HR Ahmad).

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

Artinya, “Ya Allah, selamatkan aku hingga sampai Ramadan, dan selamatkan Ramadan untukku, dan terimalah Ramadan dariku dengan benar-benar diterima.” (Doa Yahya bin Abi Katsir dalam Hilyah).


Kedua, Berdoa ketika melihat hilal Ramadhan Saat kita berhasil melihat hilal Ramadhan,hendaknya berdoa berikut ini:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadhan ini ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman bagi kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Ketiga, Mengucapkan taniah, selamat atas datangnya Ramadhan kepada sesama Muslim Rasulullah saw bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ مُبَارَكٌ، اُفْتُرِضَ عَلَيْكُمْ صِيَامُهُ، تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ، فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya, “Sungguh telah datang kepada kalian bulan mulia. Diwajibkan kepada kalian puasanya, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada 1000 malam. Siapa saja yang terhalang dari kebaikannya, maka ia terhalang dari kebaikan.” (HR Ahmad dan An-Nasai).

Dari hadis tersebut, Nabi Muhammad saw memberi kabar gembira kepada para sahabat atas datangnya bulan mulia.

Empat. Meneguhkan niat amal kebaikan niat adalah pondasi dari amal perbuatan. Sebelum masuk Ramadan umat Islam bisa berniat untuk melakukan kegiatan yang diantaranya tadarus Alquran, bertaubat, dan sebagainya.

Lima. Meningkatkan pengetahuan seputar Ramadan menjelang Ramadan, kita hendaknya mengulas kembali ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Ramadan. Mengkaji kembali apa saja rukun puasa, syarat puasa, dan hal-hal yang membatalkan puasa di berbagai artikel dan media. Atau bisa juga dengan membaca kitab yang berhubungan dengan puasa, seperti kitab Risalatussiyam, Ihya Ulumiddin, Lathaiful Ma’arif, dan sebagainya.

Enam. Mempersiapkan fisik dan psikis Mempersiapkan kesehatan fisik dan psikis badan agar bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadan secara optimal.

Tujuh, Mempersiapkan harta benda. Hal ini penting dilakukan agar bisa menafkahi keluarga dengan maksimal. Di samping itu agar bisa bersedekah kepada sesama di bulan Ramadan. (*)

Arief Fauzi Marzuki (Penyuluh Agama Islam Kemenag Bantul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *