Hingga 1.000 tahun kemudian, Allah memerintahkan kepada semua ruh untuk melihat Nur Muhammad sehingga:
1. Mereka yang melihat kepalanya, di dunia kelak akan menjadi para khalifah atau pemimpin negara di tengah bangsanya.
2. Mereka yang melihat dahinya adalah calon raja/ratu yang adil.
3. Mereka yang melihat kedua matanya, di dunia nanti akan menjadi huffadz (para penghafal Alquran).
4. Mereka yang melihat kedua alis matanya, di dunia akan menjadi pelukis atau seniman.
5. Mereka yang melihat kedua telinganya, di dunia akan senantiasa suka mendengarkan dan menerima nasihat yang baik.
6. Mereka yang melihat kedua pipinya adalah para cerdik cendikiawan yang suka berbuat kebajikan.
7. Mereka yang melihat kedua bibirnya adalah calon menteri/orang kepercayaan para pemimpin.
8. Mereka yang melihat hidungnya, di dunia nanti akan menjadi hakim, dokter, atau ahli wewangian.
9. Mereka yang melihat mulutnya, akan menjadi orang yang rajin berpuasa.
10. Mereka yang melihat giginya, jika pria akan menjadi tampan rupawan dan jika wanita akan menjadi cantik jelita.
11. Mereka yang melihat lidahnya, di dunia akan menjadi duta raja.
12. Mereka yang melihat tenggorokannya, akan menjadi mubaligh, penceramah, atau muadzin.
13. Mereka yang melihat janggutnya, akan menjadi orang yang suka berjuang di jalan Allah.
14. Mereka yang melihat lehernya, akan menjadi seorang pedagang, pengusaha, atau saudagar.
15. Mereka yang melihat kedua lengannya, akan menjadi penunggang kuda dan ahli membuat pedang.
16. Mereka yang melihat lengan kanannya, akan menjadi orang yang senantiasa berpaling dari agama Allah.
17. Mereka yang melihat lengan kirinya, akan menjadi orang-orang bodoh.
18. Mereka yang melihat telapak tangan kanannya, akan menjadi orang yang ahli menyulam.
19. Mereka yang melihat telapak tangan kirinya, akan menjadi tukang takar.
20. Mereka yang melihat kedua tangannya, akan menjadi orang yang dermawan lagi cerdas.
21. Mereka yang melihat telapak tangan kiri bagian luarnya, akan menjadi orang-orang yang kikir.
22. Mereka yang melihat telapak tangan kanan bagian luarnya, akan menjadi orang yang ahli masak.
23. Mereka yang melihat ujung-ujung jarinya, akan menjadi seorang penulis.
24. Mereka yang melihat jari-jari kanannya, akan menjadi seorang penjahit.
25. Mereka yang melihat jari-jari kirinya, akan menjadi tukang besi.
26. Mereka yang melihat dadanya, akan menjadi orang yang alim dan terhormat.
27. Mereka yang melihat punggungnya, akan menjadi orang yang rendah hati dan taat pada perintah Allah.
28. Mereka yang melihat lambungnya, akan menjadi para kesatria.
29. Mereka yang melihat perutnya, akan menjadi orang yang bersahaja dan zuhud.
30. Mereka yang melihat kedua lututnya, akan menjadi orang yang banyak rukuk dan sujud/rajin salat.
31. Mereka yang melihat kedua kakinya, akan menjadi pemburu yang handal.
32. Mereka yang melihat kedua telapak kakinya, akan menjadi orang yang suka merantau.
33. Mereka yang hanya melihat bayangannya saja, kelak akan menjadi penyanyi dan musisi.
34. Mereka yang tidak bisa melihat apapun dari Nur Muhammad, kelak di dunia akan menjadi bagian dari orang Yahudi, Nasrani, kafir, dan Majusi.
35. Mereka yang sama sekali tidak melihat apapun dan kebingungan akan apa yang harus mereka lihat, mereka inilah orang yang di dunia mengaku sebagai Tuhan, seperti para Fir’aun dan tokoh besar kaum kafir lainnya.
Disebutkan, Allah memerintahkan makhlukNya untuk mengerjakan salat seperti gambar dalam tulisan Ahmad (أحمد), yakni; berdiri seperi huruf Alif, rukuk seperti huruf Ha, sujud seperti huruf Mim, duduk seperti huruf Dal.
Tak hanya itu, Allah juga menciptakan bentuk tubuh manusia menyerupai tulisan Muhammad (محمد), yakni; kepala berbentuk bulat seperti huruf Mim yang pertama, badan seperti huruf Ha, perut seperti huruf Mim yang kedua, kedua kaki seperti huruf Dal.
Namun perlu diingat, tak seorang kafir pun tubuhnya akan dibakar di dalam api neraka nanti dalam bentuknya yang asli (yang menyerupai tulisan Muhammad itu. Bentuk ini merupakan simbol kemuliaan). Oleh karena itu, bentuk mereka nanti akan diubah menyerupai khinzir (babi) terlebih dahulu sebelum dimasukan dan disiksa di dalam neraka kelak.
______________
Catatan Penting: Berbeda dengan keterangan kitab ini, bahwa Nur Muhammad tercipta setelah Allah menciptakan Syajaratul Yaqin, maka ada riwayat/hadits lain yang sangat banyak menyebutkan bahwa makhluk yang diciptakan Allah pertamakali adalah Nur Muhammad. Para ulama yang mengulasnya diantaranya: Qadhi ‘Iyadh dalam asy-Syifa’, Imam as-Suyuti dalam Tafsir Jalalain, Fairuzzabadi dalam Tanwir al-Miqbas dan Tafsir Ibn Abbas, Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir, Qadhi al-Baidhawi dalam Tafsir al-Baidhawi, al-Baghawi dalam Ma’alim at-Tanzil, Tafsir Abi Su’ud, ath-Thabari dalam Tafsir ath-Thabari, Tafsir al-Khazin, an-Nasafi dalam Tafsir al-Madarik, ash-Shawi dalam Tafsir ash-Shawi, al-Alusi dalam Ruh al-Ma’ani, Ismail Haqqi dalam Syarah Tafsir Ruh al-Ma’ani, al-Qari dengan Syarah asy-Shifa’, Ibn Katsir dalam Tafsir Ibn Katsir, an-Naisaburi dalam Gharaib al-Qur’an, az-Zarqani dalam Syarah al-Mawahib al-Laduniyyah, Ibn Hajar dalam al-Ishabah, at-Tirmidzi dalam Sunannya, Ibn Hajar al-Haitami dalam Dalail an-Nubuwwah, Imam Bukhari, Muslim dan Ahmad dengan kitab haditsya, al-Hakim dalam al-Mustadrak, Ibn Ishaq dalam Sirahnya, adz-Dzahabi dalam Mizan al-I’tidal, asy-Syahrastani dalam al-Milal wa an-Nihal, Abdul Haq ad-Dihlawi dalam Madarij an-Nubuwwah, Abdul Hayyi dalam al-Atsar al-Marfu’ fi al-Akhbar al-Maudhu’, Abdurrazzaq dalam Musnadnya, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dalam Sirr al-Asrar, Ibn Hajar al-Haitami dalam Fatawa Haditsiyyah, Sulaiman al-Jamal dalam al-Futuhat al-Ahmadiyyah bi al-Minah al-Muhammadiyyah, Abdul Qadir al-Jili dalam Namus al-A’dzam wa al-Qamus al-Aqdam.
Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani menyebut tentang Nur Muhammad dalam mensyarahi kitabnya Imam al-Qari berjudul Hasyiyah al-Maurid ar-Rawi fi Maulid an-Nabi. Pada halaman 40 beliau menyatakan: “Sanad Jabir adalah sahih tanpa pertikaian. Tetapi ulama berbeda pendapat pada teks matannya karena khususiahnya. Imam al-Baihaqi juga meriwayatkan hadits itu dengan beberapa perbedaan.”
Wallahu a’lam bis-shawab.
*kajian kitab Daqaiqul Akhbar karya Imam Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi setiap hari ba’da Ashar di Masjid Ussisa Littaqwa Karangdawa Margasari Tegal).
(Penulis: Syaroni As-Samfuriy)








