Bangkitmedia.com, YOGYA – Banyak hikmah dari adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H. Penetapan (isbat) pemerintah bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026 M, diikuti banyak orang, baik kalangan pemerintahan, warga NU maupun masyarakat umum. Buktinya, umat Islam mendatangi masjid-masjid yang digunakan untuk Shalat Idul Fitri hari Sabtu.
Misalnya di Masjid Auliya’ Condrowangsan Potorono Banguntapan Bantul, jamaah Salat Idul Fitri bukan hanya memenuhi masjid sampai halaman, tetapi juga meluber sampai jalan. Suasana semacam juga terlihat di masjid-masjid lain, bahkan juga di mushola yang digunakan untuk Shalat Id Sabtu.
Sebelumnya, Pengurus Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merilis masjid-masjid NU yang melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H Sabtu, 21 Maret 2026. Data masjid yang berhasil dihimpun LTM PWNU DIY mencapai 500 masjid lebih. Namun itu belum semuanya. Sebab masih banyak masjid yang tidak melaporkan ke LTM PWNU DIY.
Berdasarkan pendataan sementara LTMNU PWNU DIY, masjid yang digunakan untuk Shalat Idul Fitri Sabtu mencapai 508 masjid. Rinciannya, di wilayah Kabupaten Bantul 128 masjid, Kota Yogyakarta 64 masjid, Kabupaten Sleman 142 masjid, Kabupaten Gunungkidul 96 masjid dan Kabupaten Kulon Progo 78 masjid. Kalau rata-rata jamaah setiap masjid mencapai 500 orang, berarti jumlah total jamaah mencapai ratusan ribu, atau bahkan mungkin jutaan.
Kegiatan masyarakat bersilaturahmi dari rumah ke rumah juga mulai terasa Sabtu 21 Maret 2026. Pada hari itu, suasana jalan-jalan terlihat ramainya hilir mudik masyarakat yang berangkat atau pulang dari bershilaturahmi kepada saudara dan handai taulan dan untuk bermaaf-maafan. (*)














