Pagi ini, ikutlah Pilkada serentak se-Indonesia, dan pilihlah calon kepala daerah yang kalian kenal, yang berpikir realistis, yang berani membela negara, yang berani mengimbangi perubahan dunia, dan pandai membangun kota dan desa secara nyata. Jangan memilih orang yang gemar menutupi ketertinggalan pembangunan dengan menutupinya dengan isyu SARA, yang mengobati krisis tata kota dengan pencitraan adat dan agama. Pilihlah orang yang benar-benar bisa mengatasi masalah-masalah bangsa secara tuntas, yaitu orang yang berwawasan mendunia, dan tahu pasti apa yang harus diperbuat untuk mengejar perubahan dunia.
Bagi warga NU yang jadi calon dalam Pilkada, bersainglah secara dewasa, dengan membuktikan kematangan program strategis yang realistis. Jadilah pemimpin yang berjiwa besar. Jadilah negarawan. Bikin banggalah warga NU, dan jangan bikin malu NU. Jangan pula mengiming-imingi NU dengan janji-janji manis, apalagi menjual nama NU untuk mendapatkan belas kasihan pihak lain.
Ketahuilah, NU adalah salah satu pendiri negara ini, yang melahirkan Indonesia, alias orang tuanya republik, jadi perlakukanlah dengan terhormat, dan jangan diperlakukan seperti anak kecil yang diberi permen agar menurut. NU adalah ayah ibunya NKRI, dan NU tidak pensiun untuk terus bekerja demi anaknya. Mintalah kepada NU apapun yang kalian perlukan untuk bekal perjuangan kalian, baik dukungan, dana, pikiran, tenaga, dan lainnya.
Ketahuilah, penghasilan kaum Nahdliyin dalam setahun itu lebih besar dari penerimaan pajak negara. Potensi infak Nahdliyin itu lebih besar daripada potensi infak pegawai negeri. Jadi fokuslah kalian untuk berjuang membangun negara ini. Jangan mencemaskan NU, jangan khawatirkan kaum Nahdliyin. Keluarlah dari rumah kita, dan bertarunglah melawan dunia. Lawanlah musuh-musuh kita di luar rumah. Ikuti takdirmu. Kalian adalah anak-anak perjuangan kami. Kalian adalah anak panah dan NU adalah busurnya, yang kami lesatkan ke masa depan, menyasar ke tujuan berbangsa dan bernegara.
Bergegaslah tanpa ragu. Jangan gentar menghadapi berjuta masalah yang membelit negerimu sekarang, karena Allah sengaja menciptakanmu dengan bekal kemampuan sepadan untuk mengatasi masalah yang menunggumu itu. Berhentilah mengeluh dan saling menyalahkan antar sesama.
Jadilah pemimpin yang kuat dan bijak. Karena kalian dilahirkan sebagai generasi yang hendak menjadikan Indonesia sebagai negara adidaya. Kuatkan tekadmu untuk melunasi hutang-hutang pemerintah, untuk membuat infrastruktur dan rumah-rumah bertingkat, waduk, sungai dan perahu-perahu. Kuatkan tekadmu untuk membuat pendidikan yang realistis, juga mengawal politik dunia yang berkemanusiaan.
Kuatkan ekonomi pribumi, dan menangkan kebudayaan nasional. Maka selamat ber-Pilkada wahai Indonesia. Selamat ber-NU. Semoga kemenangan bersinar terang kembali seperti mentari pagi.
Rembang, 27 Juni 2018
(Penulis: Muhamad Ali Sadikin)








