sedekah laut

Sedekah Laut dalam Pandangan Budaya dan Agama

Posted on

Oleh Dr Aguk Irawan Mn, Budayawan

Kenapa orang selalu takjub pada laut, sungai, tebing juga gunung? Antropolog Peter Berger menjawab dalam sebuah karyanya yang masyhur, The Social Reality of Religion (1969). Apa kata Berger dalam buku itu?

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Menurutnya, manusia tiap zaman selalu terdorong untuk meciptakan makna dari simbol-simbol yang suci (the sacred canopy). Berger sebagai Feuerbachian menegaskan, bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius, maka tak aneh jika laut atau sungai dimaknai sebagai pertautan antara alam yang suci dengan kehidupan yang tak selalu suci dan bersambung seperti gelombang air.

Kesan itu pula yang didapat oleh seorang pengelana Yunani zaman purba, Herodotus (484-425 SM) ketika pertama kali mengunjungi Mesir, Babilonia, Palestina dan Syiria. Ia menceritakan pengalamannya betapa orang Mesir amat mecintai sungai Nil dan orang Babilonia selalu terkagum dengan ombak laut Macedonia.