solawat pekalongan

Sahabat Tsumamah dan Kisah Embargo Pangan Kaum Kafir Quraisy

Ahad, 16 Desember 2018. Habib Ali Zainal Abidin Al Hamid dari Malaysia didaulat mengisi acara ngaji di majlis Maulid Kanzus Sholawat Pekalongan, asuhan Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Rais Aam Jamiyyah Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah.

Dalam tausiyahnya, Habib Ali menceritakan kisah Tsumamah bin Itsal yang dahulu menjadi orang yang sangat membenci Rasulullah kemudian masuk Islam dengan kelembutan dan kasih sayang Rasulullah.

Setelah masuk Islam Tsumamah bin Itsal menjadi orang yang sangat membela Rasulullah, orang-orang Kafir Quraisy yang mencaci dan membenci Rasulullah diembargo pangan olehnya, Tsumamah orang yang kaya raya, saudagar yang menyuplai gandum di Makkah, setelah diembargo oleh Tsumamah, kaum Quraisy kelaparan dan mengirimkan Surat kepada Rasulullah untuk mengingatkan Tsumamah agar tidak mengembargo pangan karena semakin banyak yang kelaparan.

Lalu Rasulullah meminta Tsumamah untuk menghentikan embargo gandum dan kembali mengirimkannya ke kaum Quraisy.

Baca Juga >  Ngaji Kitab al-Adab (4): Perbuatan Paling Dicintai Alloh, Birrul Walidain

Sementara Tsumamah menyadari bahwa dalam membela Rasulullah dengan cara yang salah justru akan merugikan nama Islam itu sendiri.

Lihat begitu indah akhlak Rasulullah, meskipun dengan kaum Kafir Quraisy sekalipun. Hal Ini patut menjadi contoh teladan bagi pemimpin Muslim di seluruh dunia.

Penulis: Imron Rosyadi