Bangkitmedia.com, BANTUL—Dalam rangka mewadahi para alumni Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, untuk selalu rutin silaturahim ke Para Pengasuh dan “ngaji bareng” dengan para alumni lainnya, KH. Mukhlas Abdullah dan beberapa alumni yang tinggal di Yogyakarta, telah mengadakan “Rutinan Alumni Malam Sabtu Legi” yang bertempat di Tamansantri PP Krapyak Yogyakarta.
Walaupun hujan deras mengguyur sekitar Krapyak, tidak menyurutkan hati para alumni untuk menghadiri Rutinan Sabtu Legi tersebut. Acara diawali dengan Muqoddaman, tahlilan dan melantunkan Asmaul Husna yang diijazahkan langsung oleh KH. Ali Maksum.
Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag yang hadir dalam edisi Sabtu Legi, 29/11/2024, menyambut baik atas terselenggaranya Rutinan ini. Karena acara yang tampak sederhana namun syarat makna ini, membuat yang hadir menjadi Bahagia.
“Kebahagian itu seperti lingkaran yang mempunyai sudut 360 derajat, di mana baik lingkaran itu kecil, maupun lingkaran itu besar, adalah sama saja bahagianya. Begitu juga sebaliknya, kesedihan”, ungkapnya.
Prof. Mustaqim, mengungkapkan tujuh teori psikologi modern yang membuat kita akan selalu diliputi rasa Bahagia. Pertama, Having Good Health, yaitu seseorang akan merasa Bahagia bila mempunyai Kesehatan yang prima. Karena itu orang pasti akan mengorbankan segala sesuatunya untuk mempertahankan dan menjaga kesehatannya baik dengan berolahraga, makan-makanan yang bergizi, juga berlibur bersama keluarga.
Kedua, Having Good Community, kita Bahagia bila kita mempunyai komunitas yang baik dan hangat, seperti komunitas alumni PP Krapyak yang tiap malam Sabtu Legi bersilaturahim di Ndalem Gus Hilmy.
Ketiga, Having Good Family, kita akan Bahagia bila kita mempunyai keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Rahmah dan Barakah. Keluarga yang Bahagia tentu tidak terlepas dari ikhtiar untuk selalu menjadi keluarga yang bertakwa dan menjalankan tradisi kesantrian yang sudah terbiasa kita lakukan di pesantren.
Keempat, Having Good Friends, adalah mempunyai teman yang baik, sahabat yang dekat yang selalu menunjukkan kita kepada kebaikan dan ketakwaan.
Kelima, Having Good Job, mempunyai pekerjaan yang baik, artinya pekerjaan yang menjadi pasion kita, di mana kita sangat mencintai apa yang menjadi pekerjaan kita saat ini. Seperti menjadi guru ngaji, dosen, ASN dll.
Keenam, Having Good Money, mempunyai keuangan yang cukup juga bagian dari hidup Bahagia meskipun itu tidak mutlak, tapi nyaris segalanya dalam kehidupan manusia modern saat ini. Bagi santri yang penting cukup punya uang itu, tidak harus banyak. Pingin haji/umroh cukup, pingin beli rumah dan mobil baru cukup, pingin nyekolahkan anak yang favorit juga cukup dananya.
Ketujuh, Having Good Religiusity, yang terakhir ini yang penting, semuanya itu akan lebih sempurna sebuah kebahagiaan, bila dibarengi dengan pemahaman dan pengamalan agama yang baik dan istiqomah. Sebagaimana para sahabat dinasehati Nabi Muhammad saw, ketika memilih calon istri, adalah pilih karana agamanya, pasti engkau akan Bahagia.(Arief Faozi)








