PWNU & Lesbumi Silaturahmi ke Paniradya DIY

Bangkitmedia.com, YOGYA – Jajaran pengurus PWNU DIY dan Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) PWNU DIY bersilaturahmi ke Paniradya Keistimewaan DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (06/01/2026). Tujuannya untuk meningkatkan silaturahmi sehubungan dengan pergantian Paniradya Pati dan melaporkan kerjasama yang sudah dijalin PWNU DIY dengan Pemda DIY (Paniradya) dan Kraton Yogyakarta.

Rombongan PWNU DIY dipimpin Dr HA Zuhdi Muhdlor SH MHum (Ketua Tanfidziyah) didampingi H Iswantoro SH (Wakil Ketua), H Ahmad Lutfi SS MA (Wakil Ketua), H Ahmad Fauzi SAg (Wakil Sekretaris), dan Ketua Lesbumi PWNU DIY Awaluddin G Mualif SSos bersama para pengurus Lesbumi PWNU DIY. Rombongan diterima Paniradya Pati, Kurniawan SSos SE Akt Mec Dev dan bersama jajaran.

Pada kesempatan ini Dr Zuhdi Muhdlor menjelaskan beberapa program kegiatan yang sudah dilaksanakan PWNU DIY, beberapa di antaranya bekerjasama dengan Pemda DIY dan Kraton Yogyakarta karena merupakan perintah dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Harapannya, ke depan berbagai program kerjasama bisa ditingkatkan.

Sementara itu Fairuzul Mumtaz dari Lesbumi PWNU DIY melaporkan rencana kegiatan menyambut 100 tahun atau satu abad NU versih kalender Masehi, yaitu Islamic Book & Cultural Festival (IBCF) yang akan digelar di The Ratan Jl. Ringroad Selatan, akhir Januari sampai Februari ini. Kegiatan yang melibatkan semua elemen NU DIY ini meliputi pameran buku islami, diskusi, bazar UMKM, pameran seni rupa,  panggung apresiasi dan berbagai lomba.

Paniradya Pati, Kurniawan, dalam sambutannya menjelaskan dirinya menjabat Paniradya Pati baru dua bulan. Sebelumnya menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) yang berkantor di timur JEC. “Kalau dulu saya punyai banyak waktu untuk ngobrol dan lain-lain. Sekarang setiap hari penuh kegiatan sehingga cukup sulit mencari waktu untuk menerima silaturahmi dari PWNU DIY. Alhamdulillah akhir bisa menyisihkan waktu di sela-sela kegiatan yang padat,” tegasnya.

Mengenai tugasnya di Paniradya, menurutnya sama dengan di Bappeda, yaitu sama-sama merancang dan menyusun anggaran. Hanya saja kalau di Paniradya khusus anggaran terkait Dana Keistimewaan (Danais). Bedanya lagi, kalau di Bappeda untuk bisa dianggarkan proposal harus masuk pada tahun sebelumnya, tetapi kalau di Paniradya proposal harus masuk dua tahun sebelumnya. “Jadi untuk proposal saat ini untuk penyelenggaraan tahun 2028. Sementara itu yang melaksanakan penggunaan anggaran tersebut melalui dinas-dinas terkait,” jelasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *