PW MATAN Lampung Gelar Suluk Matan

PW MATAN Lampung Gelar Suluk Matan

PW MATAN Lampung Gelar Suluk Matan

Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (MATAN) Lampung menggelar Suluk MATAN 1.2. pada 21-23 Februari 2020.

Suluk Matan kali ini diadakan di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum 38B Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan pengkaderan kali ini Pimpinan Wilayah MATAN Lampung mengangkat tema “Membangun Kader Intelektual Berbasis Spiritual Sebagai Benteng NKRI”.

PW MATAN Lampung

Ketua Panitia, Muhamad Nasrudin, MH menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 120 orang utusan PC Matan se-provinsi Lampung. “Mahasiswa, santri, dan pemuda kita hadirkan.”

Ketua PW MATAN Provinsi Lampung Ahmad Ja’far Sodiq berharap kegiatan Suluk ini menjadi inkubator bagi lahirnya kader muda khususnya mahasiswa tarekat.

“Mahasiswa perlu diperkenalkan nilai-nilai tassawuf dan spiritual sebagai penyeimbang dalam berintelektual. Karena intelektualitas yang dibarengi spiritualitas akan menghasilkan Syubbanul Yaum Rijalul Gaad,” ujar Jakfar.

Beberapa pemateri yang dihadirkan adalah KH. Ahmad Ishomuddin (Rois Syuriah PBNU), Dr. KH. Ali Abdullah (Idaroh Aliyah Jatman), HM. Hasan Chabibie, M.Sc (PLT Ketua Umum PP Matan), Gus H. Abdur Rasyid, M.TESOL (Sekretaris PP MATAN), Kepolisian Daerah Lampung, dan KOREM 043 Gatam. (Digdo/Nas)

________________

Semoga artikel PW MATAN Lampung Gelar Suluk Matan ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua..

BONUS ARTIKEL

Kisah Santri Bertemu Nabi Di Rumah Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki

Dikisahkan bahwa mayoritas ulama Makkah (sebagian besar wahabbi), tidak menyukai televisi. Bahkan dianggap sangat tabu. Hingga disuatu hari, ada seorang ustadz yang datang kekediaman abuya sayyid Muhammad bin Alawi al maliki guna bersilaturrahim.

Sesampainya dikediaman Sayyid Muhammad Al Maliki, ustadz ini terkejut!. Karena mendapati disalah satu ruangan kediaman Sayyid Muhammad terdapat televisi berukuran besar. Hati ustadz ini langsung kurang yakin, hatinya tidak mantap pada Sayyid Muhammad Al Maliki. Tapi karena ustadz ada tugas/kepentingan, maka ustadz ini menunggu Sayyid Muhammad yang masih beristirahat.

Ketika menunggu, ustadz ini tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi. Didalam mimpinya dia mendapati ada seseorang yang memakai jubah dan ber-imamah (surban di atas kepala) sedang menonton televisi. Wajah laki-laki tersebut tidak terlihat jelas karena duduknya membelakangi ustadz tersebut.
Lalu ada khadim laki-laki lewat. Ustadz inipun bertanya “Siapa laki-laki yang melihat televisi itu??”.
Khadim tersebut menjawab “Oh, laki-laki tersebut adalah Nabiyuna Muhammad Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bin Abdullah”.

Sang ustadz tersentak kaget hingga terbangun dari mimpinya!.

Dadanya bergemuruh. Lalu tak lama Sayyid Muhammad Bin Alawi Almaliki keluar dari kamar dan menemuinya.
Dan sang ustadz inipun meminta maaf kepada almukarram Sayyid Muhammad, karena hatinya sempat tidak mantap gara-gara mendapati di kediaman Beliau ada televisi. Subhanallah…

(Kisah ini diceritakan oleh almukarram KH. Moh. Hasan Saiful Islam – santri Sayyid Muhammad Bin Alawi Bin Abbas Bin Abdul Aziz Al Maliki Al Idrisi Al Hasani)

Penulis: Mukhlisin, penulis lepas dari kampung Ndekem, Kabupaten Pati Jawa Tengah

simak artikel terkait di sini

kunjungi channel youtube kami di sini

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *