Pengasuh Ponpes Al-Falahiyyan Mlangi, Nyai Hj Rubai’ah Shofia Jamila Tutup Usia

Bangkitmedia.com, SLEMAN – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar Nahdlatul Ulama, santri dan masyarakat pesantren Mlangi berduka. Nyai Hj Rubai’ah Shofia Jamila, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Mlangi tutup usia pada usia 88 tahun di RS PKU Gamping Sleman, Rabu (24/12/2025) pukul 20.45 WIB.

Nyai Hj. Rubai’ah Shofia Jamila dikenal sebagai hafidzah Al-Qur’an, putri dari KH. Shidiq Zarkasyi (Berjan, Purworejo). Sanad keilmuan Al-Qur’an beliau bersambung hingga Rasulullah SAW melalui para masyayikh, di antaranya Romo Qadir Krapyak, KH. Ma’shoem Ahmad Lasem, dan Nyai Nuriyah Ma’shoem Lasem. Sejak muda, beliau mendedikasikan hidupnya untuk menghafal, menjaga, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam keseharian.

Bersama suami tercinta, KH R. Zamruddin, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Mlangi pada tahun 1963, sebagai pesantren khusus santri putri dengan fokus pendidikan tahfidzul Qur’an. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya minat santri, pesantren ini kemudian membuka kesempatan bagi santri putra dan terus berkembang dalam pendidikan diniyah maupun formal.

Setelah wafatnya KH R. Zamruddin pada 1997, Nyai Rubai’ah dengan keteguhan dan kesabaran melanjutkan pengasuhan pesantren. Dalam keterbatasan, beliau tetap istiqamah membimbing santri, menjaga ruh pesantren, serta menanamkan adab dan kecintaan kepada Al-Qur’an, sembari menanti putra-putrinya kembali dari menimba ilmu di berbagai pesantren.

Di mata santri dan masyarakat, almarhumah dikenal sebagai sosok lembut, tawadhu’, dan penuh kasih. Dawuh-dawuhnya sederhana namun menyejukkan, riyadhohnya melahirkan banyak generasi penghafal Al-Qur’an, dan doa-doanya menjadi penguat bagi siapa pun yang datang meminta nasihat. Salah satu pesan beliau yang paling dikenang adalah:

“Yang terpenting adalah menjaga Al-Qur’an. Jangan mengkhawatirkan nasib hidupmu, Allah SWT tidak akan menghinakan orang yang menjaga Al-Qur’an.” (Ibu Nyai Hj. Rubai’ah Al-Hafidzah).

Kepergian Nyai Hj. Rubai’ah Shofia Jamila meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan keteladanan yang akan terus hidup dalam tradisi pesantren dan hati para santri. (M Firdaus NS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *