Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
SLEMAN- NU Seyegan Sleman sudah mantapkan diri dalam satu barisan untuk menyukseskan Gus Hilmy sebagai anggota DPD RI 2019-2024. Ini dibuktikan dengan hadirnya Ketua MWC NU Seyegan, Pak Kiai Suciono yang ditemani langsung Ketua PCNU Sleman, KH Ismail S. Ahmad dalam acara silaturrahim alim ulama Seyegan, Rabu (02/05).
Ketika semua warga nahdliyyin Seyegan hadir ini, Gus Fairuz Ahmad memimpin lagu kebesaran NU Ya Lal Wathan dengan penuh semangat. Warga NU Seyegan begitu semangat untuk memenangkan Gus Hilmy.
“Siapa Kita?” tegas Gus Fairuz.
“NU.” Jawab warga NU Seyegan yang disaksikan langsung Kiai Ismail Ketua PCNU Sleman.
“NKRI?” lanjut Gus Fairuz.
“Harga Mati.” Jawab nahdliyyin Seyegan.
“Pancasila?”
“Jaya”
“MWCNU Seyegan?”
“Luar Biasa.” Warga nahdliyyin Sayegan tambah semangat.
“Gus Hilmy?” teriak Gus Fairuz makin kencang.
“DPD Kita” jawab nahdliyyin Sayegan makin bersemangat untuk total di masa depan. Ketua MWC NU Seyegan dan Ketua PCNU Sleman juga sangat bersemangat.
“Tugas kita bersama adalah menjaga rumah kita sendiri, jangan sampai kita disusupi orang lain,” tegas Gus Fairuz melanjutkan orasinya.
Acara ini dihadiri langsung oleh Rais Syuriah PWNU DIY, KH. Mas’ud Masduqi, Gus Hilmy, Ketua PCNU Sleman KH Ismail, dan jajaran PCNU Sleman yakni KH. Sularno, KH. Saliman, KH Muslich Mukhtar, dan segenap tokoh dan warga nahdliyyin Seyegan.
Ketua MWCNU Seyegan, Kiai Suciono membuka acara ini dengan penuh khidmat. Kemudian Kiai Sularno menyampaikan sambutan atas nama PCNU Sleman.
“Tanda organisasi sehat adalah adanya kaderisasi. Gus Hilmy ini ditugasi oleh PWNU. Ini perbedaan dengan tahun-tahun lalu, yang hanya direkomendasikan. Untuk kali ini, SK PWNU berbunyi menugaskan kepada GH untuk maju. Karena dengan nomenklatur tugas, maka kita warga dan pengurus NU yang harus menyukseskan Gus Hilmy,” tegas Kiai Sularno.
“Apabila ada yang ngrecoki hajat ini, harus bisa segera disikapi, karena kita harus mengamankan SK PWNU. Mari, warga nahdliyyin Seyegan segera melakukan sosialisasi,” lanjutnya.
“Dulu, saya menjadi saksi menjadikan seseorang sebagai DPD sebelum saat ini, Gus Hilmy. Semua sudah saya minta untuk legowo dan bersama-sama menyukseskan Gus Hilmy,” tegas Kiai Sularno.
Sementara Gus Hilmy sendiri menegaskan bahwa dirinya hanya petugas PWNU DIY. Tidak ada dalam pikirannya untuk maju sebagai anggota DPD RI.
“Kalau tidak ada tugas dari NU, tidak ada pikiran sedikitpun untuk maju sebagai DPD. Makanya, saya bukanlah siapa-siapa. Saya akan berjuang untuk NU. Untuk itu, dukungan dan doa warga nahdliyyin Seyegan sangat diharapkan. Ini semua untuk NU, bukan untuk saya,” tegas Gus Hilmy.
Sedangkan Rais Syuriah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduqi menegaskan bahwa sebagaimana ditegaskan KH Wahab Chasbullah, NU itu adalah meriam, betul-betul meriam.
“Kita harus bisa menggelegarkan meriam itu dengan mengusung bersama-sama. Dengan adanya RSNU dan UNU, saat ini sudah mulai menggelegar. Demikian juga dengan Gus Hilmy. Kita harus bersungguh-sungguh berjuang agar menggelegarkan meriam itu,” tegas Kiai Mas’ud yang juga alumni Pesantren Krapyak.
“Pokoknya yang penting Sak Eyeg Gan, Seyegan bisa menangkan DPD kita Gus Hilmy. jangan sampai kita tergoyah dengan hal sepele (uang). Al-ilmu afdholi minal mal (ilmu lebih utama daripada harta),” lanjut Kiai Mas’ud.
“Saya tadi dari Pesantren Pandanaran. Waktu mau pulang, Gus Tasim ngendiko menitipkan Gus Hilmy kepada kita semua. Makanya, saya langsung menyusul ke Seyegan ini,” pungkas Kiai Mas’ud.
Acara ditutup dengan ditandai adzan magrib dan doa yang dipimpin langsung oleh KH Mas’ud Masduqi. (fauzi/md)








