larangan bagi yang junub

Ngaji Kitab Safinah: Larangan Bagi yang Tidak Wudlu dan Junub

Oleh : KH Fajar Abdul Bashir, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU DIY dan Pengasuh Pesantren Ar-Risalah Bantul

فصل ) من انتقض وضوؤه حرم عليه أربعه أشياء : الصلاة والطواف ومس .المصحف وحمله ويحرم على الجنب ستة أشياء: الصالة والطواف ومس المصحف وحمله واللبث في المسجد .وقراءة القرآن

Dilarang bagi yang tidak ada wudhu melakukan empat perkara :

1. Shalat

Semua yang dinamakan shalat tidak boleh dilakukan tanpa wudhu juga shalat janazah. Termasuk makna shalat adalah sujud tilawah dan sujud syukur. Rasulallah saw bersabda: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci”. (HR Muslim)

2. Thawaf

Rasulullah saw bersabda: “Thawaf di Baitullah itu sama dengan shalat hanya saja Allah membolehkan dalam thawaf berbicara”. (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, ad-Dar quthni).

Haidts ini menjelaskan ttg kesamaan thawaf dgn shalat, yaitu harus sama-sama dlm keadaan suci. Krn perbedaannya hanya pada bicara.

3. Menyentuh Al-Qur’an

4. membawa Al-Qur’an, karena ia adalah kitab suci, maka tidak boleh disentuh atau dibawa kecuali dalam keadaan suci

Allah berfirman: “Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan”. (al-Waqi’ah:77)

Dibolehkan membawa atau menyentuh al-Qur’an tanpa wudhu berupa barang atau tafsir/terjemahan yang kalimatnya lebih banyak dari isi al-Qur’an.

Barang siapa yang ragu apakah ia masih menyimpan wudhu atau tidak maka hendaknya ia bepegang kepada keyakinnya, sesuai dengan hadist Rasulallah saw dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw., “Apabila seseorang dari kalian merasa sesuatu di dalam perutnya, yaitu ragu-ragu apakah keluar darinya sesuatu atau tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid (untuk berwudhu) hingga ia dengar suara atau ia merasakan angin (bau).” (HR Muslim)

Baca Juga >  Kebersihan Hati

Larangan Bagi Orang Junub

1. Shalat

Rasulallah saw bersabda: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci” (HR Muslim)

2. Thawaf

Rasulallah saw bersabda: “Thawaf di Baitullah itu sama dengan shalat hanya saja Allah membolehkan dalam thawaf berbicara” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, ad-Dar quthni)

3. Menyentuh Al-Qur’an, karena ia adalah kitab suci, maka tidak boleh disentuh atau dibawa kecuali dalam keadaan suci.

Allah berfirman: “tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan” (alWaqi’ah:77)

4. Membawa Al-Qur’an. Hal ini dikiyaskan dari menyentuh al-Qur’an

5. Membaca Al-Qur’an

Sahabat Ibnu Umar berkata, Rasulallah saw bersabda: “Janganlah orang junub dan wanita haid membaca sesuatu pun dari Al Qur’an”. (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Baihaqi).

Ali bin Abi Thalib ra berkata, sesungguhnya Rasulullah saw membuang hajatnya kemudian membaca al-Qur’an dan tidak menghalanginya dari pembacaan al-Quran, kemungkinan ia berkata: Bahwasanya menghalangi suatu dari membaca al-Qur’an selain junub”. (HR Abu Daud, at-Tirmizi, an-Nasai’, hadist hasan shahih)

6. Duduk di Masjid

Allah berfirfman: “janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja”. (an-Nisa’ 43.)