gus baha' rembang

Ngaji Gus Baha’: Menyesal Tak Beribadah, Orang Alim Ditegur Allah

Posted on

Seorang alim, setiap kali tidak bisa terbangun dari tidur di malam hari untuk salat tahajud, keesokan harinya dia menangis tersedu-sedu. Merasa menyesal sekali karena tidak melaksanakan ibadah penting.

Setelah terjadi berkali-kali, akhirnya Tuhan menegur. “Hei, hambaku… Coba jawab pertanyaanku ini. Siapakah yang membuatmu mengantuk lalu tertidur?”

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Anda, ya Tuhan…”

“Siapakah yang punya kekuasaan untuk membuatmu bangun dari tidur?”

“Tentu saja hanya Anda, ya Tuhan…”

“Kalau begitu, kamu tidak perlu menangis setiap kali tak bisa bangun untuk menunaikan salat Tahajud. Karena yang punya kuasa membuatmu tidur dan membangunkanmu hanyalah aku.”

“Tapi Tuhan… Aku telah melewatkan ibadah penting. Bukankah itu pasti bisikan dan ajakan setan?”

“Setan itu mengajakmu untuk berbuat buruk. Apakah tidur itu perbuatan buruk?”

Baca Juga >  Ketua Fatayat NU Banguntapan Ngaji Tafsir Basmalah

“Tidak, ya Tuhan…”

“Kalau begitu, jangan risau. Karena kamu tidak sedang melanggar laranganku.”

Dialog itu tentu saja saya dapatkan dari pengajian Gus Baha’. Lebih lanjut beliau menerangkan: “Tidur itu baik karena waktu untuk beristirahat setelah siangnya kalian bekerja untuk menafkahi keluarga. Kamu berhubungan badan dengan istrimu juga perbuatan yang baik. Kamu ngeloni anakmu juga perbuatan baik. Jadi jangan sampai satu perbuatan baik merasa jadi nista hanya karena tidak terkabul untuk melakukan perbuatan baik lain.”

Di situlah menurut saya, salah satu pentingnya menyimak kajian Gus Baha’. Beliau membereskan perspektif kita yang kadang kala melenceng karena kefakiran kita atas ilmu.

Penulis: Puthut EA, budayawan.