Ngaji Gus Baha: Kisah Wali Pensiun Jadi Buruh

Ngaji Gus Baha: Kisah Wali Pensiun Jadi Buruh

Diposting pada

Ngaji Gus Baha: Kisah Wali Pensiun Jadi Buruh

Kisah ini disebutkan dalam salah satu syarah al-Hikam, kitab ini merupakan rujukan banyak ulama tasawwuf terutama mereka yang berthariqah syaziliyyah.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Pengarang Al hikam adalah Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Julukan Al-Iskandari atau As-Sakandari merujuk kota kelahirannya itu. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas dibidang tasawuf sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.

Sejak kecil, Ibnu Atha’illah dikenal gemar belajar. Ia menimba ilmu dari beberapa syekh secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu Al-Abbas Ahmad ibnu Ali Al-Anshari Al-Mursi, murid dari Abu Al-Hasan Al-Syadzili, pendiri tarikat Al-Syadzili. Dalam bidang fiqih ia menganut dan menguasai Mazhab Maliki, sedangkan di bidang tasawuf ia termasuk pengikut sekaligus tokoh tarikat Al-Syadzili.

Dalam ngajinya Gus Baha menerangkan jika dalam Kitab Hikam dijelaskan bahwa do’a itu tidak boleh dikreasikan meskipun seorang wali. Lebih lanjut Gus Baha menceritakan tentang sebuah kisah masyhur seorang wali yang berdo’a:

Baca Juga >  Sunan Kalijaga Ingatkan Sultan Trenggono dalam Mengajarkan Islam, Apa Itu?

Ada seorang Wali tapi “Hammal” bekerja sebagai kuli panggul di pasar. Karena dia seorang wali setelah mendapatkan makan satu piring cukup lalu wali tersebut pulang. Karena dia ndak ingin kaya, setelah itu ibadah terus.

Lama-lama wali tersebut matur (prores) kepada Allah SWT,

“Ya Allah saya itu wali, konsentrasi saya hanya ibadah, ngapain harus jadi “Hammal” (kuli panggul).”

“Tolong kasih rizki yang tanpa saya kerja.”

Singkat cerita sama Allah SWT mengabulkan do’a wali tersebut. Ia ditakdir Allah dicurigai maling dan akhirnya wali tersebut dipenjara.

Di dalam penjara wali tersebut tiap pagi mendapat makan sore mendapat makan.

Lalu wali tersebut bertanya, “Ya Allah mengapa jadi begini?”

“Kan kamu meminta rizki yang tanpa kerja, Ya di penjara itu.”

Makanya semenjak itu wali-wali tidak berani doa, karena sekai doa salah tu akan jadi masalah.

Demikian Ngaji Gus Baha: Kisah Wali Pensiun Jadi Buruh. Semoga bermanfaat.

Silahkan tonton video berikut: