cak imin

Muktamar Krapyak 1989, Cak Imin Jadi Panitia Seksi Publikasi dan Penerangan

Pesantren Krapyak Yogyakarta menjadi tuan rumah Muktamar ke-28 Nahdlatul Ulama’ pada tahun 1989. Penyelenggaraan Muktamar ini tidak lain karena sosok KH Ali Maksum yang pernah menjadi Rais Aam PBNU pada 1981-1984. Peran Kiai Ali dalam NU di masa sulit saat itu menjadikan sosok Kiai Ali sebagai tokoh rujukan dalam skala nasional.

Ketika penyelenggaraan acara Muktamar saat itu, kondisi fisik Kiai Ali sudah lemah, karena sakit. Kiai Ali bahkan sudah berkali-kali ke rumah sakit, tetapi Kiai Ali tak pernah surut semangatnya dalam menyelenggarakan Muktamar.

Tentu saja, muktamar saat itu didukung oleh kepanitiaan yang diisi kaum muda NU. Banyak tokoh muda yang sudah ikut serta menjadi panitia saat itu, karena mereka begitu cinta kepada NU dan para ulama’.

Dalam barisan seksi publikasi dan penerangan, atau seksi woro-woro, ada beberapa nama yang tercantum saat itu. (sesuai dengan gambar di atas). Nama-nama itu adalah: A Zuhdi Muhdlor, M Imam Aziz, M Nasikh Ridwan, Agus Subagyo, Amar Ma’ruf, Abdul Ghofur Rochim, Agus Mardianto, M Amin Fauzan, Ipam F Akbar, Muhaimin Iskandar, Bambang Sumiarso, Nawawi Sofwan, Ni’am Salim, Purwati Wahyuni, Rina Werdiningsih, Siti Muslihah, Istifiiyah, Erlina Farida, Eman Hermawan.

Nama-nama itu sekarang menjadi para tokoh, seperti KH A Zuhdi Muhdlor yang menjadi kiai (Wakil Rais Syuriah PWNU DIY) dan hakim, KH M Imam Aziz yang sekarang duduk di jajaran Ketua PBNU, dan juga Muhaimin Iskandar yang sekarang menjadi Ketua Umum DPP PKB. Ada juga nama masa muda Ipam F Akbar, yang sebenarnya adalah Fahmy Akbar Idries, saat ini menjadi Wakil Ketua PWNU DIY. Yang lain juga menjadi tokoh-tokoh sesuai bidangnya.

Baca Juga >  Sejarah Singkat NU Jerman

Itulah jejak masa silam. Saat itu, mereka adalah anak-anak muda energik. Saat ini, mereka menjadi tokoh yang mengawal masa depan bangsa ini. Semoga lahir generasi masa depan yang melanjutkan perjuangan untuk NU, bangsa dan negara. (mm/rd)