gus mus dan mbah maimoen

Mau Tahu Hadis tentang Kasih Sayang? Ini Penjelasan Gus Mus

KH A Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU

Dalam mengomentari statusnya mas Timur Sinar Suprabana yang meminta aku bicara tentang kasih sayang, aku berjanji akan menstatuskan ‘Hadis Musalsal’ (Hadis yang sanadnya bersambung mulai dari guruku hingga Rasulullah SAW tentang KASIH SAYANG.

Sebelumnya aku pernah menulis di Facebook ini, Hadis Musalsal tentang IKHLAS dari sumber ayahku, KH. Bisri Mustofa, rahimahuLlãh.

Kali ini, di malam berkah ini, aku akan menurunkan 1 (satu) Hadis Musalsal yang kami dapat dari sesepuh kita KH. Maemoen Zubair –athãlahuLlãhu umrahu fi shihhatin wa’ãfiyah– saat kami sowan-ngaji tempo hari. Mudah-mudahan manfaat dan berkah.
BismillãhirRahmãnirRahïm..
HADIS MUSALSAL BIL AWWALIYAH

Dalam mukaddimahnya, Kiai Maemoen –setelah memuji Allah dan berselawat-salam kepada Nabi Muhammad SAW– antara lain menyitir ayat 65 Surah Al-Kahfi (“Lalu mereka berdua berjumpa dengan seorang Hamba di antara hamba-hambaKu yang telah Aku berikan kepadanya RAHMAT dari sandingKu dan telah aku ajarkan kepadanya ILMU dari sisiKu”. Terjemah dan penulisan huruf kapital dari aku).

Berkaitan dengan ‘isyarat’ dalam ayat tersebut (anugerah Allah berupa RAHMAT, kasih sayang, dan ILMU), para ulama ‘mentradisikan’ penyampaian dan penerimaan hadis yang pertama tentang RAHMAT atau kasih sayang itu. Al-Musalsal bil-Awwaliyah.

Dan Kiai Maemoen memulai dawuh: “Aku mendapat riwayat hadis RAHMAT, kasih sayang, dari guruku Abul Faidl Muhammad Yãsïn bin ‘Isã al-Fãdãniy, katanya: Aku mendapat hadis RAHMAT ini dari guruku Muhammad Ali bin Husein al-Mãlikiy; ini merupakan hadis pertama yang kudengar dari beliau.

Guruku itu berkata: Aku diberitahu hadis tersebut dari beberapa orang, di antaranya –yang sanadnya lebih tinggi– Al-‘Allãmah al-Mu’ammar Asy-Syams Muhammad bin Ibrahïm Abu Hudhair ad-Dimyãthiy al-Madaniy asy-Syãfi’iy dan itu merupakan hadis pertama yang kudengar dari beliau, dari as-Sayyid Muhammad Shãlih ar-Ridhawiy merupakan hadis yang pertama; dari Rafï’uddïn al-Qandahãriy juga merupakan yang pertama; dari Syeikh Muhammad bin Abdullah al-Maghribiy lalu al-Madaniy juga merupakan yang pertama; dari Syeikh Abdullah bin Salimal-Bashriy merupakan hadis yang pertama; dari Asy-Syams Muhammad bin ‘Alãuddin al-Bãbiliy merupakan yang pertama; dari asy-Syihãb Ahmad bin Muhammad asy-Syalabiy merupakan yang pertama; dari al-Jamãl Yusuf bin Zakariya merupakan yang pertama; dari al-Burhan Ibrãhïm bin Ali al-Qalqasyandiy merupakan yang pertama; dari Abul Abbas Ahmad bin Muhammad al-Maqdisiy yang masyhrur dikenal sebagai al-Wãsithiy juga merupakan hadis pertama; dari al-Khathïb Shadruddïn Muhammad bin Ibrahïm al-Mïdumiy merupakan yang pertama; dari an-Najïb Abdul Lathïf bin Abdul Mun’im al-Harrãniy merupakan yang pertama; dari al-Hãfizh Abul Faraj Abdur Rahmãn bin al-Jauziy merupakan hadis yang pertama; dari Abu Sa’ïd Ismail al-Muadzdzin merupakan yang pertama; katanya: Aku mendapat hadis dari ayahku Abu Shãlih Ahmad bin Abdul Malik al-Muadzdzin an-Naisãburiy merupakan hadis yang pertama yang kudengar dari beliau; dari Abu Thãhir Muhammad bin Muhammad bin Mahmisy az-Zayyãdiy (wafat tahun 410 H) merupakan yang pertama; dari Abu Hãmid Ahmad bin Muhammad al-Bazzãz merupakan yang pertama; dari Abdur Rahman bin Bisyr bin al-Hakam al-‘Abdiy merupakan yang pertama, katanya: Aku mendapat hadis dari Sufyãn bin ‘Uyainah merupakan hadis yang pertama; kepadanya selesai mata rantai ‘hadis pertama’ (at-Tasalsul bil-Awwaliyyah); Sufyan bin ‘Uyainah dari ‘Amr bin Dïnãr dari Abu Qãbüs Maulã Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ãsh dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ãsh, katanya:

Baca Juga >  Ngaji Burdah 2, Pemukiman Para Kekasih Tercinta

“RasüluLlãh SAW bersabda: ‘ORANG-ORANG YANG PENGASIH AKAN DIKASIHI OLEH SANG MAHA PENGASIH TABÃRAKA WATA’ÃLÃ. KASIHILAH MEREKA YANG DI BUMI, MAKA AKAN MENGASIHIMU MEREKA YANG DI LANGIT.'”

As-Sakhãwiy mengatakan, hadis ini dikeluarkan oleh al-Bukhariy di ‘al-Kinã’ dan ‘al-Adab al-Mufrad’; oleh al-Humaidiy dan Ahmad di Musnad keduanya; oleh al-Baihaqiy di ‘Syu’ab al-Ïmãn’; oleh Abu Daud di Sunannya dan at-Turmudziy di ‘Jãmi’nya dan berkata: “Ini hadis hasan dan shahïh”; juga oleh al-Hãkim di ‘Mustadrak’nya dan beliau mensahïhkannya…”

Inilah hadis pertama yang aku terima dari Kiai Maemoen, sebagaimana hadis pertama yang aku terima dari ayahku KH. Bisri Mustofa dengan mata rantai sanadnya. Sebenarnya Kiai Maemoen juga menuturkan sanad hadis ini yang lain dari Syaikh Muhammad Ali al-Mãlikiy … dst sampai kepada Rasulullah SAW. Tapi terlalu panjang bila aku tulis semua disini.

Yang penting sabda Rasulullah SAW tersebut sudah kusampaikan kepada kalian dengan mata rantai penuturan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dan yang lebih penting lagi: memahami dan mengimplementasikan kandungan hadis tersebut dalam kehidupan kita.

Wallahu a’lam

11 Juni 2015