Kuliah ke Luar Negeri dengan Biaya Murah, Bahkan Gratis?

Kuliah ke Luar Negeri dengan Biaya Murah Bahkan Gratis?

Kuliah ke Luar Negeri dengan Biaya Murah, Bahkan Gratis?

Rasa-rasanya jargon semacam ini dulu hanya dimiliki oleh lembaga-lembaga yang berfungsi sebagai “agen penyalur” mahasiswa asal Indonesia untuk kuliah ke luar negeri. Meski pada ujungnya, banyak dari lembaga ini tetap “menarik dana” hingga ratusan juta rupiah dari para orang tua mahasiswa yang tertarik.

Namun sejak 2012, dua kampus besar asal Cambridge, Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University, sepertinya telah memahami betapa pentingnya untuk segera memindahkan kuliah tradisional menuju online. Mereka kemudian membuat sebuah platform open online course yang disebut sebagai “edX”.

Sebab edX, setidaknya ada tiga paradigma yang bergeser: (1) kehadiran fisik di ruang kelas bergeser ke kehadiran non-fisik (online), (2) waktu kuliah yang mesti menyesuaikan dengan kampus bergeser ke waktu kuliah yang dapat disesuaikan secara individu (self-paced), dan (3) biaya mahal (identik dengan tuition fee atau SPP ditambah dengan living cost) bergeser menjadi biaya murah, bahkan gratis.

Biaya yang murah ini dimaknai edX sebagai berikut: (1) untuk audit track, peserta tidak perlu membayar biaya apapun (gratis) dimana sertifikat/ijazah partisipasi tidak diberikan saat kuliah berakhir, (2) untuk professional education track, peserta “hanya” perlu membayar biaya sejumlah 50 hingga 300 USD untuk mendapatkan sertifikasi/ijazah. Keduanya menawarkan kursus mata kuliah tertentu secara satuan/individu.

Perkuliahan secara “package” (merujuk pada kumpulan beberapa mata kuliah untuk mendapatkan gelar S2/master, misalnya) juga dimungkinkan untuk diambil melalui edX. Pada track semacam ini, peserta mesti membayar sejumlah 10 ribu hingga 25 ribu USD untuk mendapatan satu gelar. Mungkin terlihat mahal, namun masih relatif murah sebab gelar serupa yang diperoleh secara tradisional membutuhkan sekitar 40 ribu hingga 60 ribu USD.

Situasi semacam ini tampaknya juga segera disadari oleh berbagai kampus besar dari berbagai penjuru dunia; edX segera berkembang bersama puluhan partner/kontributor.

Termasuk diantaranya beberapa kampus Ivy League dari Amerika, beberapa kampus besar di Jerman (e.g. RWTH Aachen), Belanda (e.g. TU Delft), Prancis (e.g. Sorbonne), Swiss (e.g. ETH Zürich), Inggris (e.g. Imperial College London), Belgia (e.g. KU Leuven), Kanada (McGill) bahkan hingga Cina (e.g. Peking Univ.), Jepang (e.g. Kyoto Univ.), Singapura (e.g. NUS) dan Australia (e.g. Queensland Univ.).

Karena itu pula bahasa pengantar perkuliahan menjadi bervariasi, sebagaimana juga bidang yang ditawarkan. Meski mayoritas masih didominasi bahasa Inggris, bahasa lainnya seperti Spanyol, Mandarin, Arab, dan Hindi, segera bermunculan.

edX cocok menjadi satu dari banyak alternatif untuk mengisi waktu dalam situasi seperti sekarang ini. Apalagi ia tak mengenal batasan waktu, tempat, ataupun usia untuk terus belajar.

edX dapat diakses melalui tautan https://www.edx.org/. Selamat belajar!

Demikian Kuliah ke Luar Negeri dengan Biaya Murah, Bahkan Gratis? Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Rodlin Billah, PCI NU Jerman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *