Kisah Wali Wafat di Fajar Selasa, Dicintai Sayyidah Khodijah

Kisah Wali Wafat di Fajar Selasa, Dicintai Sayyidah Khodijah

Kisah Wali Wafat di Fajar Selasa, Dicintai Sayyidah Khodijah.

2 Maha Guru yang istimewa bagi saya:

  1. Abuya al-Habib Abbas bin Alawy al-Maliki
  2. Asy-Syaikh Maimoen bin Zubair as-Saroni

2 Maha Guru yang sama-sama wafat di fajar hari Selasa.

Beliau berdua wafat pada hitungan tanggal yang sama. Apabila Abuya wafat hari Selasa tanggal 14 bulan 4 tahun 2015, maka Mbah Moen wafat pada hari Selasa tanggal 6 bulan delapan tahun 2019. Coba jumlahkan saja antara tanggal, bulan dan tahun. Maka penjumlahan masing-masing akan menghasilkan jumlah yang sama.

2 Maha Guru yang sama-sama dicintai dan mencintai Sayyidah Khodijah.

  1. Pada saat kecil Abuya Abbas pernah dianggap nakal oleh Ayah beliau yaitu Sayyid Alawi. Abuya sering keluar malam. Hingga suatu ketika Sayyid Alawi berinisiatif untuk menunggu Abuya Abbas pulang rumah. Disiapkanlah setonggak kayu oleh Sayyid Alawi untuk membuat jera Abuya Abbas. Sebelum sang anak yang ditunggu pulang, sang Ayah malah ketiduran. Ajib! sewaktu tidur, Sayyid Alawi mimpi bertemu Sayyidah Khodijah. Dalam mimpi tersebut, Sayyidah Khodijah mematahkan kayu menjadi dua, kemudian berkata kepada Sayyid Alawi: “Jangan kau pukul Abbas. Dia cucuku yang aku cintai.” Seketika itu Sayyid Alawi terbangun. Subhanallah! beliau melihat kayu yang mau dipakai untuk memukul Abuya Abbas sudah patah menjadi dua.
  2. Adapun kisah dan tanda kedekatan antara Mbah Moen dan Sayyidah Khadijah tentu saat ini sudah menjadi kabar umum dan tidak diragukan lagi kebenarannya.

Persamaan lainnya banyak sekali. Akhirnya, semoga kita digolongkan sebagai orang-orang yang dicintai beliau berdua.

Pati, 9 September 2019

Penulis: Syaraf Shidqy, Santri Mbah Maimoen

______________________

Semoga artikel Kisah Wali Wafat di Fajar Selasa, Dicintai Sayyidah Khodijah ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

BONUS ARTIKEL TAMBAHAN

Kisah Umar Balik Tanya Kepada Malaikat Munkar-Nakir.

Wajib hukumnya bagi setiap Muslim dan Mukmin mengimani bahwa kelak di alam kubur akan ada pertanyaan dari dua malaikat Munkar dan Nakir kepada Si Mayit. Kedua malaikat ini sering kali digambarkan berwajah bengis dan menakutkan. Tak ayal, terkadang seseorang bertanya-tanya pada diri sendiri; mampukah ia kelak menjawab pertanyaan kedua malaikat kubur itu, sedang melihat fisik keduanya saja sudah terbayang begitu menakutkan?

Lain halnya dengan Sayyidina Umar bin Khattab. Ketika Rasulullah menjelaskan bagaimana wujud fisik menyeramkan malaikat Munkar dan Nakir sahabat yang ditakuti setan ini justru seakan hendak melawannya.

Imam Jalaludin As-Suyuthi dalam kitabnya Al-Hâwî lil Fatâwî menuliskan sebuah riwayat dari Al-Jazuli dalam kitab Syarhur Risâlah, bahwa satu ketika Rasulullah berbicara kepada para sahabat perihal Munkar dan Nakir. Digambarkannya malaikat Munkar dan Nakir akan mendatangi seorang mayit di kuburan dalam bentuk yang begitu menyeramkan; berkulit hitam, bengis, keras, dan sifat-sifat buruk dan menakutkan lainnya. Lalu kedua malaikat itu akan menanyai si mayit.

Mendengar penuturan Rasulullah itu, Sayyidina Umar bertanya, “Rasul, apakah saat di kuburan nanti aku sebagaimana sekarang ini?”

“Ya,” jawab Rasul.

“Kalau begitu,” timpal Umar kemudian, “demi Allah akan aku lawan kedua malaikat itu!”

Konon, ketika Sayyidina Umar bin Khattab meninggal dunia putra beliau yang bernama Abdullah bermimpi bertemu dengannya. Dalam mimpi itu Abdullah menanyakan ihwal bapaknya di alam kubur.

Oleh Umar pertanyaan anaknya itu dijawab, “Aku didatangi dua malaikat. Keduanya bertanya kepadaku, siapa Tuhanmu, siapa nabimu? Aku jawab, Tuhanku Allah dan nabiku Muhammad. Lalu kepadanya aku tanyakan, kalian berdua, siapa Tuhanmu? Mendapat pertanyaan seperti itu kedua malaikat itu saling berpandangan. Salah satunya berkata, ini Umar bin Khattab. Lalu keduanya pergi meninggalkanku.”

Demikian lah Sayyidina Umar bin Khattab, ia tak hanya berani di dunia saja, tapi di alam kubur pun keberaniannya tetap kuat.

Penulis: Mukhlisin

____________________

Semoga artikel Kisah Umar Balik Tanya Kepada Malaikat Munkar-Nakir ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

simak video terkait di sini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *