Ini kisah tentang seorang nenek pemungut daun yang ingin masuk surga dan ingin dijemput oleh Rasulullah SAW. Setiap kali saya membaca kisah ini, entah mengapa air mata saya tak pernah bisa saya bendung.
Alkisah: Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai berjualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudlu, masuk masjid, dan melakukan sholat dhuhur.
Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar dari masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.
Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu, padahal matahari di Pulau Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya, banyak pengunjung masjid yang merasa iba kepadanya.
Pada suatu hari Ta’mir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu nenek itu datang dan langsung masuk masjid. Usai melakukan sholat, seperti biasa ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, tapi tiba – tiba raut muka perempuan tua itu murung.
Ia terkejut…!!! ternyata tidak ada satu lembarpun daun terserak di situ.
Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan sejadi – jadinya.
Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapu sebelum kedatangannya….?
Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.
“Jika kalian kasihan kepada ku,” kata nenek itu, ” tolong berikan kesempatan kepada ku untuk membersihkannya.”
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang Kyai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu….?
Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: Pertama, hanya Kyai yang mendengarkan rahasianya. Kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Sekarang nenek renta itu sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
Inilah percakan antara sang Nenek dengan Kyai tersebut:
“Saya ini perempuan bodoh, pak Kyai,” tuturnya.
“Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan.”
“Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafa’at Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wa Sallam. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu sholawat kepada Rasulullah Shallallohu Alaihi Wa Sallam. ”
“Kelak jika saya mati, saya ingin Baginda Nabi Muhammad S.A.W menjemput saya.”
“Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan sholawat kepadanya.”.
Daaaaaan… Air mataku pun terus mengalir tanpa dapat ku hentikan.
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin fil awwaliin wa sholli ‘ala sayyidina muhammadin fil aakhiriin wa sholli ‘ala sayyidina muhammadin finnabiyyin wa sholli ‘ala sayyidina muhammadin fil mursaliin wa sholli ‘ala sayyidina muhammadin fil malail ‘ala ilaa yaumiddin.
itulah kisah tentang seorang nenek pemungut daun yang ingin masuk surga dan ingin dijemput oleh Rasulullah SAW, semoga manfaat dan barokah untuk kita semua..
Penulis: Al-Musthofa.
___________
Simak Juga Artikel terkait disini
simak juga video terkait hikmah disini








