Dukun Peramal

Kisah Nabi Muhammad 3: Muhammad dan Dukun Peramal

Posted on

Di Pasar Ukadz, Sayidah Halimah menimang Muhammad kecil, duduk di antara banyak perempuan. Ia membopongnya penuh sayang. Seorang perempuan bertanya, “Siapa anak ini?” Halimah menjawab, “Ia seorang yatim, bapaknya telah tiada sebelum ia dilahirkan, kita berharap anak ini terus mendapatkan kebaikan. Sebenarnya sampai saat ini begitulah adanya, kita menyaksikan kebaikan-kebaikan itu ada dan cahaya cintanya.”

“Bagaimana itu bisa terjadi?” Seorang perempuan menyela. Halimah menimpalinya, “Awalnya, aku tak bisa menyusui anakku sendiri, tapi sejak ketika aku mengasuh Muhammad, tiba-tiba air asi mengalir deras untuk Muhammad, begitu juga anakku. Dari wajahnya aku rasakan senantiasa terlihat cahaya, menerangi gelapnya hatiku. Hati ini tergetar, begitu kuat dorongan untuk terus mengasuh dan menimangnya, begitu juga yang dirasakan suami dan anak-anakku, bahkan semua penduduk di sekelilingku.”

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

“Lalu kenapa Aminah menghendaki engkau membawanya kepada seorang dukun?” Itu sekedar bagian dari adat kebiasaan kami.” Jawab Halimah. Seorang dukun peramal dari suku Hudzail begitu terkenal saat itu. Di Pasar Ukadz, banyak perempuan membawa anaknya untuk diterawang kepribadian dan masa depannya.

Sayidah Halimah membawa Muhammad kepadanya, “Wahai bapak, lihatlah anak ini, dan kabarkan kepadaku.” Si dukun peramal itu bertanya, “Siapa anak ini?”. “Ia seorang yatim, orang tuanya telah tiada.” Halimah menjawab. Peramal itu mulai mengamat-amati, tapi tiba-tiba peramal itu berteriak keras, “Wahai kaum Hudzail, wahai orang-orang Arab.” “Ada apa…ada apa?” Halimah panik. Peramal itu berteriak kembali, “Bunuh anak ini…cepat, bunuh anak ini.”

Baca Juga >  Apa Alasan Umar bin Khattab Menetapkan Kalender Hijriyah?

Halimah seketika mulai menjauh, orang-orang mulai berdatangan mendekat, berkerumun di sekelilingnya, menoleh ke kanan dan kiri, tidak ditemukan sesuatu apapun. Mereka bertanya, “Anak yg mana?” “Anak ini…anak ini!” Peramal itu masih melihat di mana Halimah dan Muhammad, tapi orang-orang bertanya kembali, “Anak yang mana?”

Mereka tidak melihat apapun, ke manapun, di
mana Halimah dan Muhammad yang ditunjuk-tunjuk si Peramal itu. Allah SWT membutakan pandangan mereka, menyelamatkan Muhammad, menyelamatkan cahaya cinta yang akan disebarkan ke seluruh umat manusia di muka bumi.