Ijazah KH Maimoen Zubair Agar Mudah Melahirkan

Kisah Kiai Jepara Rasakan Berkah Mbah Maimoen Zubair

Diposting pada

Kisah Kiai Jepara Rasakan Berkah Mbah Maimoen Zubair.

Alhamdulillah, tahun 1997 alfaqir dalam usia 32 tahun dinikahkan Abuya Sayyid Muhammad Alawi al Maliky di Rusaifah Makkah dengan gadis Jepara putri Kyai Ahmad Jauhari Potroyudan Jepara, setelah 6 tahun di Mesir mengembara nyantri untuk mencari cinta Allah dan rosul-Nya .

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

15 hari setelah kedatangan dari Makkah, alhamdulillah walimah urus yang diadakan di gedung PCNU Jepara, dirawuhi maha guru kita Syaikhina Simbah Yai Maimoen Zubair.

Pada tahun yang sama, alfaqir sowan menghadap yang mulia maha guru kita Syaikhina Simbah Yai Maimoen Zubair. Beliau memberikan 3 wejangan kepada alfaqir sebagai berikut.

1. Awakmu ora keno metu metu soko Jepara.

2. Awakmu koyo wong wong yoo, wong wong nggawe sikil meja,… Awakmu yoo nggawe..

3. Awakmu sak durungi umur 40 tahun kudu wes duwe omah yoo, kok durung nduwe omah yoo selawase ora nduwe omah.

Wejangan motivasi maha guru….

Wejangan yang pertama alfaqir fahami, agar alfaqir tidak pindah dari kota Jepara, agar istiqomah nasyrul ilmu, mengajar ilmu, ngaji bersama santri di Jepara.

Karenanya, meskipun ada seorang kyai mendorong alfaqir untuk membuka dan mendirikan pondok pesantren sendiri, alfaqir selalu ingat dan gendolan wejangane maha guru agar istiqomah nasyrul ilmu di Jepara, dengan konsekuensi apapun resikonya, harus sabar dan tabah serta ikhlas.

Wejangan ke dua, alfaqir fahami agar alfaqir seperti kebanyakan orang Jepara, yaitu bekerja mencari nafkah seperti kebanyakan orang Jepara.

Akhirnya alfaqir menjatuhkan pilihan untuk membuka usaha jualan kayu yang menjadi bahan pokok mebel dan ukiran, meskipun modal usaha pertama cuma 10 jutaan rupiah yang tergolong sangat kecil. Perbankan pun tidak ada yang percaya untuk memberikan pinjaman modal usaha.

Baca Juga >  Wali Jadzab Ra Lilur Madura Tolak Amplop Tebal dari Warga

Namun alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan di tempat lain. Teman yang pernah bersama di Cairo Mesir memberikan kepercayaan kepada alfaqir, meminjamkan uang sebesar 50 juta, tanpa bunga dan tanpa agunan, jumlah yang tidak sedikit bagi alfaqir, meskipun tidak banyak untuk modal usaha jual kayu.

Alhamdulillah, Allah ta’ala memberikan segala kemudahan kepada alfaqir dalam usaha, tanpa meninggalkan tugas utama yaitu ngaji santri.

Tak lama kemudian, alfaqir selalu mengingat wejangan maha guru kita yaitu sebelum usia 40 tahun harus sudah punya rumah, kalau belum punya rumah maka selamanya yaa tidak punya rumah, sambung syeikhina simbah Yai Maimoen Zubair maha guru kita, saat memberikan wejangan motivasi kepada santrinya.

Alhamdulillah, meskipun belum terkumpul uang yang cukup untuk membuat rumah, dengan modal bonek bondo nekat, tahun 2002 Berdiri lah rumah yang alfaqir bangun lebih dari satu tahun, yang berada di sebelah utara persis ndalem mbah kyai Ahmad Jauhari.

Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah kepada kita semua terlebih kepada para santri putra putri PP Darut Tauhid Al Alawiyah Potroyudan Jepara. Aaamin.

Penulis: KH Ahmad Roziqin, PP Darut Tauhid Al Alawiyah Potroyudan Jepara.

*Melengkapi Kisah Kiai Jepara Rasakan Berkah Mbah Maimoen Zubair, saksikan video ini.